Surabaya (ANTARA) - Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya antusias menyambut pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan pemerintah kota setempat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jawa Timur, Rabu mengatakan sebagai pelajar harus memiliki karakter dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.
"Mulai dari menanamkan rasa gotong royong, tolong menolong, hingga saling menghormati satu sama lain," ucapnya.
Menurutnya, ketika pelajar memiliki nilai-nilai tersebut, maka akan bisa menjadi seorang pemimpin besar ke depannya.
“Percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak bisa menolong, percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak pernah menciptakan kedamaian, dan percuma sebagai seorang pemimpin kalau tidak punya jiwa sosial yang tinggi. Ini lah yang disiapkan oleh beliau (Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto), maka anak-anakku jangan sia-siakan apa yang disiapkan dan dibangun oleh presiden kita,” kata Eri Cahyadi.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah membangun Sekolah Rakyat di Kota Surabaya karena sekolah ini penting bagi anak-anak yang tidak memiliki kesempatan atau sulit mendapatkan pendidikan di Kota Surabaya.
“Karena Sekolah Rakyat Ini adalah untuk anak-anak kita, aset-aset bangsa yang memang tidak bisa mendapatkan pendidikan karena kondisi orang tua, karena keuangan orang tua, sehingga tidak mendapatkan pendidikan dan sulit," ujarnya.
Ia yakin, anak-anak di Sekolah Rakyat ini jauh lebih banyak yang memiliki rasa gotong royong dan menghargai orang lain.
"Kemandirian anak-anak di sekolah ini sudah terbentuk sejak usia dini. Kalau kata Pak Presiden mereka ini sudah memiliki karakter petarung, ya ini Sekolah Rakyat ini diajarkan karakter petarung,” katanya.
Menurutnya, sekolah yang terletak di kawasan Kecamatan Bulak, Kota Surabaya itu saat ini menampung sebanyak 368 siswa. Sedangkan siswa yang baru masuk adanya sebanyak 270, terdiri dari SD, SMP, dan SMA.
“Sisanya itu siswa yang dari rintisan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) masuk ke sini,” ujarnya.
Baca juga: Mensos minta kepsek SR tuntaskan MPLS dengan baik
Baca juga: Dinsos Kota Jambi menyebut Sekolah Rakyat diikuti 270 siswa pada 2026
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.