Jakarta (ANTARA) - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menargetkan laporan keuangan Danantara tuntas dalam 1-2 bulan ke depan, setelah mengonsolidasikan laporan keuangan dari ribuan BUMN.
"Ini tahun pertama tentu membutuhkan waktu, ya, kurang lebih nanti satu-dua bulan ke depan lah," ujar Dony kepada awak media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu.
Dony mengatakan pihaknya melakukan konsolidasi lebih dari 1.000 perusahaan, sehingga membutuhkan waktu. Dalam prosesnya, kata dia, akan ada laporan keuangan yang dieliminasi.
"Nah, eliminasi laporan ini, 1.000 itu membutuhkan waktu," kata Dony.
Ia pun memastikan laporan keuangan Danantara yang akan dipublikasikan sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Oh iya, diaudit BPK," ucapnya.
Apabila ingin melihat performa dari masing-masing BUMN, Dony menyampaikan masyarakat bisa melihat laporan keuangan dari BUMN yang diinginkan.
"Kan bisa dilihat di masing-masing perusahaan, bisa dilihat sebetulnya Pertamina berapa, Mandiri berapa, BRI berapa, gitu," kata Dony.
Dony mengungkapkan laporan keuangan Danantara saat ini tengah memasuki tahapan praaudit sebagai bagian dari proses penyusunan laporan keuangan.
Selain itu, Danantara juga menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun struktur akun (chart of accounts) agar laporan keuangan konsolidasi dapat disusun sesuai standar yang berlaku.
Dony optimistis proses penyusunan laporan akan lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya setelah pola konsolidasi dan eliminasi transaksi antar-BUMN telah berlangsung.
"Karena ini tahun pertama kan, setelah ini tentu kalau kita sudah ketemu polanya. Makanya perlu disampaikan juga kepada publik bahwa kalau sudah ketemu polanya pas eliminasi dari seluruh perusahaan ini tahun berikutnya akan jauh-jauh lebih mudah," kata Dony.
Baca juga: Danantara: Pupuk Indonesia, Pelindo hingga Angkasa Pura potensial IPO
Baca juga: Danantara percepat transformasi sampah jadi energi lewat DPT Baru
Baca juga: BP BUMN dan Danantara terus persiapkan strategi transformasi 5 tahun
Pewarta: Putu Indah Savitri/Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.