Keikutsertaan ini sekaligus memastikan kepentingan nasional Indonesia tercermin dalam berbagai inisiatif kerja sama yang dihasilkan BRICS
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertolak ke India pada Rabu malam, untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Perdagangan BRICS guna berbagai isu strategis perdagangan global mulai dari sistem perdagangan multilateral hingga fasilitasi perdagangan jasa.
Budi mengatakan pertemuan ini menjadi forum strategis bagi para menteri perdagangan negara anggota BRICS. Beberapa isu yang juga akan dibahas dalam pertemuan pada 6-7 Agustus 2026 itu, yakni ketahanan rantai nilai global, ekonomi digital, serta penguatan kerja sama perdagangan antaranggota BRICS.
"Keikutsertaan ini sekaligus memastikan kepentingan nasional Indonesia tercermin dalam berbagai inisiatif kerja sama yang dihasilkan BRICS," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Tahun ini, BRICS berada di bawah Presidensi India dengan tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability". Tema ini menegaskan komitmen untuk membangun ketahanan ekonomi, mendorong inovasi, memperkuat kerja sama antaranggota, serta mempercepat pembangunan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan global.
Sejalan dengan tema tersebut, Indonesia akan memperjuangkan perluasan akses pasar, peningkatan investasi, serta penguatan sistem perdagangan multilateral yang terbuka, transparan, inklusif dan berbasis aturan.
Baca juga: Mendag genjot perdagangan RI-Thailand dengan diversifikasi ekspor
Baca juga: Mendag yakin perdagangan bulanan surplus lagi usai harga minyak turun
Indonesia juga mendorong kerja sama yang mampu memperkuat daya saing, meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional, dan mendorong pertumbuhan inklusif bagi negara-negara berkembang.
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kolaborasi yang erat antaranggota BRICS menjadi makin penting untuk menciptakan perdagangan yang lebih tangguh, inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan Indonesia siap berkontribusi melalui penguatan fasilitasi perdagangan jasa, transformasi digital, serta pengembangan rantai nilai global yang lebih resiliensi dan saling menguntungkan.
Selain agenda utama, Budi dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan menteri-menteri perdagangan negara mitra seperti India, Mesir, Brasil dan Uni Emirat Arab.
Pertemuan tersebut diagendakan membahas penguatan hubungan ekonomi, baik secara bilateral maupun regional.
BRICS adalah kelompok kerja sama geopolitik dan ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara berkembang (emerging economies). Forum ini dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok, kemudian berkembang dengan bergabungnya Afrika Selatan pada 2010.
Saat ini, BRICS beranggotakan 11 negara, yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Indonesia yang resmi bergabung menjadi anggota penuh pada 2025.
Pada 2025, anggota BRICS mencakup 41,41 persen produk domestik bruto (PDB) dunia, 28 persen perdagangan global dan 45 persen populasi global.
Baca juga: Mendag sebut perjanjian dagang pacu minat investasi
Baca juga: Mendag siap fasilitasi rencana investasi hortikultura dari China
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.