Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan telah mendistribusikan sebanyak 690 alat bantu fisik kepada warga yang membutuhkan sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian penyandang disabilitas.

"Total alat bantu fisik yang telah disalurkan hingga 4 Agustus 2026 mencapai 690 unit," kata Kepala Seksi Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Yan Vetansyah saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Distribusi alat bantu fisik tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan sosial yang diberikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan hasil asesmen.

Dari seluruh jenis bantuan yang disalurkan, kursi roda dewasa menjadi alat bantu dengan jumlah terbanyak, yakni 406 unit atau lebih dari separuh total distribusi.

Sementara itu, alat bantu dengar menempati urutan kedua dengan 195 unit. Adapun bantuan lainnya berupa tongkat kaki tiga sebanyak 49 unit, kaki palsu 20 unit, dan walker sebanyak 20 unit.

Penyediaan alat bantu fisik tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan mobilitas, aktivitas, serta kualitas hidup penerima manfaat sehingga dapat menjalankan kegiatan sehari-hari secara lebih mandiri.

Distribusi alat bantu juga menjadi bagian dari pelayanan kesejahteraan sosial yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan kepada warga yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan terus melakukan pendataan dan asesmen terhadap masyarakat yang membutuhkan alat bantu fisik agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima," katanya.

Baca juga: Sudinsos Jaksel distribusikan alat bantu dengar gratis bagi warga

Baca juga: Sudinsos Jaksel bagikan 20 alat bantu kaki palsu untuk disabilitas

Baca juga: Pemasangan alat bantu dengar di Jaksel dipastikan sesuai standar medis

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.