Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak ke salah satu ritel modern di kawasan Radio Dalam, Jakarta, untuk memastikan ketersediaan beras premium dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
"Malam hari ini sengaja saya beserta tim melaksanakan sidak di salah satu ritel modern yang ada di wilayah Radio Dalam. Kita saksikan bersama masih banyak produk-produk beras-beras premium di sini. Dan beras-beras ini juga masih penuh, tidak ada yang kosong," kata Rizal di Jakarta, Rabu (5/8) malam.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tetap mudah memperoleh beras premium berkualitas di tengah rencana penarikan sejumlah merek beras fortifikasi dari peredaran menyusul adanya temuan Satgas Pangan yang tidak memenuhi ketentuan mutu.
Dalam sidak itu, Rizal memastikan produk beras premium Bulog merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos tersedia dalam jumlah memadai serta memenuhi kebutuhan konsumen yang berbelanja.
Baca juga: BPS prediksi produksi beras RI 28,71 juta ton hingga September 2026
Ia mengatakan stok beras premium di rak penjualan masih penuh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun akses memperoleh beras premium produksi Bulog.
Bulog juga memastikan harga kedua produk tersebut tetap sesuai harga eceran tertinggi, yakni Rp74.500 untuk kemasan lima kilogram, sehingga lebih terjangkau dibandingkan sejumlah merek lainnya.
Rizal menunjukkan harga beras premium Bulog terpaut sekitar Rp20.000 dibandingkan merek lain seperti Anak Raja, bahkan selisihnya mencapai lebih dari Rp50.000 dibandingkan merek Topi Koki.
Menurutnya, perbedaan harga tersebut mencerminkan kehadiran pemerintah dalam menghadirkan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau sehingga mampu meringankan beban masyarakat.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.