Alhamdulillah, aman, imbauan agar tetap waspada karena Pangandaran merupakan daerah rawan bencana, terutama tsunami dan gempa
Pangandaran (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengecek semua kondisi bangunan, terutama pemukiman warga pesisir pantai, untuk mengetahui ada atau tidaknya kerusakan akibat gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 di laut Pangandaran.
"Sementara kerusakan belum ada laporan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis.
Ia menuturkan BMKG menginformasi gempa berkekuatan M 5,3 terjadi pada Rabu 5 Agustus 2026 pukul 21.55 WIB dengan titik lokasi 8,12 derajat Lintang Selatan (LS): 107,91 derajat Bujur Timur (BT) atau 79 km barat daya Kabupaten Pangandaran.
Gempa tersebut, kata dia, cukup kuat dirasakan masyarakat di Kabupaten Pangandaran karena kedalaman gempanya sekitar 18 km di kawasan laut Pangandaran.
"Goncangan dirasakan karena kedalaman gempa hanya 18 km," katanya.
Baca juga: KAI hentikan perjalanan kereta api karena gempa magintudo 5.3
Ia menyampaikan kondisi masyarakat saat ini kembali normal beraktivitas seperti biasa usai gempa mengguncang wilayah Pangandaran.
Meski begitu, kata dia, masyarakat tetap waspada karena Pangandaran merupakan daerah rawan bencana alam termasuk gempa bumi dan tsunami.
"Alhamdulillah, aman, imbauan agar tetap waspada karena Pangandaran merupakan daerah rawan bencana, terutama tsunami dan gempa," kata Dodo Kusnadi.
Guncangan gempa Pangandaran itu cukup dirasakan sejumlah daerah tetangga Kabupaten Pangandaran, seperti Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut, bahkan dirasakan juga guncangannya sampai Kabupaten Bandung.
Baca juga: BPBD Garut pantau daerah pesisir untuk cek dampak gempa Pangandaran
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.