Stockholm (ANTARA News) - Swedia menyatakan akan mendeportasi seorang pria yang diduga anggota ISIS setelah dia mengajukan permohonan untuk mendapatkan suaka dan gagal.

"Keputusan itu segera dilaksanakan dan polisi ditugaskan melaksanakannya," kata Kantor Migrasi Swedia, Jumat (17/6).

Seorang pria Bosnia berusia 46 tahun pekan ini terbang ke Swedia bersama anaknya dan ditandai sebagai tersangka di bawah Sistem Informasi Schengen (SIS), sistem Eropa untuk berbagi data keamanan nasional.

Dia mengajukan permohonan suaka dan dipindahkan ke sebuah pusat penahanan imigran, memicu kemarahan polisi yang menyatakan dia seharusnya segera dideportasi.

Namun pihak berwenang Swedia menyatakan bahwa dia berhak mengajukan permohonan suaka di bawah Konvensi Jenewa.

Seperti dilansir kantor berita AFP, permohonan suaka warga Bosnia itu ke Swedia secara sistematis ditolak.

Bosnia dan Herzegovina, calon anggota Uni Eropa, dianggap aman oleh banyak anggota blok tersebut.

Pria itu akan dipulangkan kembali ke Sarajevo menggunakan pesawat dengan pengawalan polisi sesegera mungkin, menurut siaran surat kabar Sydsvenskan, dengan polisi Bosnia menunggu di sisi lainnya.

Pria yang digambarkan media sebagai "anggota ISIS" itu terbang ke Malmo di bagian selatan Swedia pada Senin dari kota Tuzla di Bosnia.

Atas permintaan Prancis, dia ditandai dalam sistem keamanan SIS sebagai individu yang dianggap "berbahaya."

Pria itu sudah ditangkap di Turki pada Februari, disangka ikut bertempur bersama ISIS, dan dideportasi kembali ke Bosnia. (mr)


Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2016