Jakarta (ANTARA) - Perusahaan antariksa yang dimiliki pebisnis Elon Musk, SpaceX, membagikan rencana barunya untuk masuk ke dalam industri layanan seluler di AS dengan menjadikan Starlink sebagai operator seluler (opsel).
Apabila rencana ini direalisasikan, Presiden SpaceX Gwyne Shotwell mengatakan pihaknya akan menggunakan "jaringan terestrial" dengan spektrum frekuensi yang didapatkan dari perusahaan telekomunikasi EchoStar seperti diwartakan oleh MacRumors, Rabu (5/8) waktu setempat.
Reuters menjadi yang pertama mewartakan ini dan menyebutkan SpaceX bermaksud menjadikan Starlink sebagai penyedia layanan seluler yang akan memenangkan "cukup banyak" pelanggan dari penyedia layanan seluler lainnya di AS seperti Verizon, AT&T, dan T-Mobile.
Shotwell menolak untuk membahas biaya yang terlibat dalam upaya tersebut dan mengatakan SpaceX memiliki "ide-ide hebat dan baru" tentang cara membangun layanan seluler.
Baca juga: SpaceX dan Charter bahas kemitraan telepon seluler di AS
Beberapa inisiatif itu seperti sejumlah besar stasiun pangkalan berbiaya rendah yang dipasangkan dengan antena Starlink sebagai pengganti menara seluler.
SpaceX setuju untuk membayar 19,6 miliar dolar AS (sekitar Rp351,2 triliun) untuk mengakuisisi lisensi spektrum nirkabel 65 MHz dari EchoStar pada 2025.
Spektrum tersebut akan memungkinkan SpaceX untuk memperluas layanan satelit Starlink direct-to-cell agar mencakup infrastruktur berbasis darat.
Mengomentari rencana SpaceX itu para analis telekomunikasi menilai bahwa tanpa perjanjian MVNO (Mobile Virtual Network Operator) dengan operator besar, sebenarnya akan sangat sulit bagi Starlink untuk bersaing dengan AT&T, Verizon, dan T-Mobile.
Jumlah spektrum 65 MHz sangat kecil dibandingkan dengan spektrum yang dimiliki oleh operator seluler besar AS, dan mereka kemungkinan besar tidak akan menyewakan kapasitas kepada pesaing.
Berkaitan dengan penyediaan layanan seluler, SpaceX berencana meluncurkan satelit Starlink Mobile generasi berikutnya pada 2027.
Layanan itu dijanjikan bakal ditingkatkan performanya menjadi "100 kali lebih baik" daripada layanan direct-to-cell mereka saat ini.
Membahas kondisi industri operator seluler di AS, saham AT&T, T-Mobile, dan Verizon turun 2 hingga 4 persen setelah pengumuman pendapatan SpaceX.SpaceX sendiri saat ini sudah menjalin kemitraan dengan T-Mobile untuk mendukung fitur T-Satellite milik T-Mobile yang menawarkan konektivitas satelit langsung (direct-to-cell) ke ponsel pelanggan.
Baca juga: Kekayaan Elon Musk lampaui kapitalisasi Bitcoin seusai IPO SpaceX
Baca juga: SpaceX akan melantai di Nasdaq dengan valuasi 1,77 triliun dolar AS
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.