Yangon (ANTARA) - Pemerintah Myanmar melestarikan 6.105 bangunan yang berusia lebih dari 100 tahun dengan menetapkannya sebagai cagar budaya, termasuk 153 bangunan di Wilayah Yangon, demikian dilaporkan surat kabar milik negara, The Global New Light of Myanmar, Selasa (4/8).

Angka tersebut bertambah setelah pada 2020 terdapat 5.708 bangunan cagar budaya semacam itu di seluruh Myanmar, menurut Departemen Arkeologi dan Museum Nasional di bawah Kementerian Perhotelan, Pariwisata dan Kebudayaan Myanmar.

Seorang warga bersepeda melintas di depan Perpustakaan Nasional Myanmar di Yangon, Myanmar, Rabu (5/8/2026), salah satu dari 6.105 bangunan cagar budaya yang dilestarikan Pemerintah Myanmar. ANTARA/Xinhua/Myo Kyaw Soe

Departemen itu juga menyatakan bahwa upacara peresmian pemasangan plakat telah digelar pada 28 Juli di Kanbawza Yeiktha (Istana Chin Tsong) dan Museum Bogyoke Aung San di Wilayah Yangon untuk secara resmi menetapkan kedua bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, departemen itu melaksanakan pekerjaan pemeliharaan yang diperlukan terhadap bangunan-bangunan bersejarah tersebut setiap tahun.

Pemandangan Kanbazwa Yeikhta atau Istana Chin Tsong di Yangon, Myanmar, Rabu (5/8/2026), salah satu dari 6.105 bangunan cagar budaya yang dilestarikan Pemerintah Myanmar. ANTARA/Xinhua/Myo Kyaw Soe

Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.