Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengusulkan gagasan inovatif kepada pimpinan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan program cuti akademik panjang (sabbatical leave) agar tenaga pendidik dapat sejenak terjun menyelami operasional industri, guna meningkatkan kualitas pengajaran.
Lulusan Virginia Polytechnic Institute and State University, AS, itu membagikan pengalamannya saat berkuliah di kampus tersebut, di mana kampus secara berkala memberikan kesempatan bagi pengajarnya untuk berinteraksi langsung dengan ekosistem profesional.
"Setiap lima tahun, dosen itu diberikan kesempatan sabbatical leave enam bulan," kata Yassierli dalam kegiatan Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) di Jakarta, Kamis.
Melalui program tersebut, lanjut dia, para dosen diharapkan dapat merasakan secara langsung dinamika manajemen korporat, sehingga ilmu dan bahan ajar yang dibagikan kepada mahasiswa dapat senantiasa responsif terhadap tantangan riil dunia kerja.
Baca juga: Menaker: Kolaborasi kampus dan industri penting untuk atasi 'mismatch'
"Kalau menurut saya bapak dan ibu dekan, if you have the authority (kalau kebijakan berada di tangan anda) menurut saya sih, setiap dosen itu harus dibuka wawasannya. Sekali (dalam) lima tahun," ujar Guru Besar Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Menurut Yassierli, kebutuhan terhadap pembaruan pandangan ini akan semakin relevan di tengah pesatnya modernisasi industri, mulai dari adopsi gaya bekerja jarak jauh (remote work) hingga implementasi otomatisasi yang merombak model bisnis konvensional.
Di sisi lain, Menaker juga berharap ekosistem komunikasi akademik di lingkungan universitas dapat menjadi lebih cair dan saling mendukung, khususnya dalam merespons kecepatan perkembangan teknologi mutakhir.
Yassierli juga berharap para guru besar bersedia membimbing sekaligus memberikan panggung berkreasi bagi para dosen muda yang umumnya memiliki kelincahan lebih dalam menguasai peranti lunak berbasis kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Menaker minta lulusan perguruan tinggi siapkan keterampilan untuk PMN
"Bapak-bapak para guru besar, saatnya kita mundur beberapa langkah ke belakang, kita beri kesempatan kepada anak muda untuk mengelaborasi AI ini," tutur Yassierli.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.