Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menilai rencana insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang disiapkan pemerintah dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian melalui penguatan ekosistem industri nasional.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan Toyota akan mengikuti kebijakan insentif yang ditetapkan pemerintah dan berharap kebijakan tersebut dapat memperkuat industri otomotif di Indonesia.

"Harapan kita, insentif itu bagaimana untuk industri sehingga bisa membangun ekonomi ataupun ekosistem industrinya di Indonesia ini bisa lebih baik," kata Winaya usai Kick Off Toyota Eco Youth ke-14 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Menurut dia, pembangunan ekosistem industri otomotif dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas sektor logistik.

"Karena itu, dampaknya terkait dengan circular economy-nya cukup banyak. Dengan industrinya dibangun, pasti banyak baik itu employment-nya, kemudian logistik dan lain sebagainya. Multiplier effect-nya cukup besar dampaknya," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah rencana pemerintah mengumumkan paket insentif kendaraan listrik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan mengumumkan stimulus kendaraan listrik dalam dua hingga tiga minggu.

Purbaya menyebut stimulus tersebut akan mencakup sekitar 500.000 unit kendaraan yang terdiri atas sepeda motor listrik dan mobil listrik.

Menurut Menkeu, pemerintah menyiapkan pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 100 persen serta insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 persen bagi kendaraan yang memenuhi kriteria tertentu.

Purbaya juga memberi sinyal bahwa insentif tersebut akan difokuskan kepada mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), sedangkan kendaraan hibrida dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tidak termasuk sebagai penerima.

Namun, rincian akhir kebijakan akan diumumkan langsung oleh Presiden.

Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah menempatkan pengembangan mobil dan sepeda motor nasional sebagai salah satu Program Kerja Prioritas Nasional pada agenda hilirisasi dan industrialisasi.

Sementara itu, Toyota menerapkan pendekatan multiple pathway dalam mendukung upaya dekarbonisasi melalui pengembangan kendaraan bermesin pembakaran internal berbahan bakar rendah emisi, kendaraan hibrida, PHEV, BEV, serta kendaraan listrik berbahan bakar hidrogen atau fuel cell electric vehicle (FCEV).

Terkait jenis baterai yang digunakan pada kendaraan elektrifikasi Toyota, Winaya menyebutkan bahwa perusahaan menggunakan baterai berbasis nikel.

"Kita pakai baterainya nikel," ucap dia.

Baca juga: Toyota arahkan TEY-14 hasilkan aksi nyata dukung dekarbonisasi RI

Baca juga: Toyota kedepankan inovasi-adaptasi untuk keberlanjutan kinerja ekspor

Baca juga: TMMIN-Universitas Udayana hadirkan pembelajaran berbasis industri

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.