Cianjur (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas sehingga dapat menjadi Jembatan Emas Pusat Mutu Pendidikan Daerah.

Hal tersebut diungkapkan di hadapan para peserta didik saat mengunjungi SNT Kabupaten Cianjur yang berlokasi di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur, Kamis, sehingga para peserta didik dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

"Bagi adik-adik yang berhasil lulus masuk SNT, ini adalah sebuah kemewahan karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan, tentu akan menjadi kerugian," katanya.

Sebaliknya jika dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh SNT akan menjadi jembatan emas bagi masa depan siswa didik dan keluarga, sehingga dia mengaku optimistis terhadap potensi para peserta didik SNT.

"Saya melihat aura yang positif, optimis, dan kemampuan nan brilian dari siswa-siswa SNT, artinya mereka memiliki modal untuk menjadi pemimpin di masa depan. Dari sekolah ini saya berharap akan lahir bupati, gubernur, menteri, bahkan pemimpin bangsa lainnya," katanya.

Selain memberikan motivasi dia memberikan pesan kepada orang tua dan pengelola sekolah agar memberikan pendampingan secara berkelanjutan, karena tantangan utama penyelenggaraan SNT adalah sistem pembelajaran non asrama sehingga siswa tetap menjalani aktivitas pulang-pergi setiap hari.

"Saya titip kepada bapak dan ibu agar terus mendampingi serta memberikan motivasi kepada anak-anak ketika dalam perjalanannya menghadapi kesulitan. Skema pembelajaran di SNT berbeda dengan sekolah pada umumnya sehingga mereka membutuhkan dukungan yang kuat dari keluarga," katanya.

Fajar juga menekankan bahwa SNT tidak boleh berkembang menjadi sekolah yang eksklusif sebaliknya keberadaan SNT harus memberikan manfaat bagi sekolah lain di daerah termasuk di Kabupaten Cianjur.

"Saya titip kepada pengelola SNT, jangan jadikan sekolah ini eksklusif, SNT harus inklusif dan terbuka bagi sekolah di Cianjur, sekolah lain perlu diberikan ruang untuk berkunjung, belajar, dan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki SNT," katanya.

Teknologi pembelajaran yang canggih tidak hanya dinikmati siswa SNT karena filosofi utama pendirian SNT adalah menjadi pusat mutu pendidikan di daerah, sehingga keberadaan-nya harus mampu mengimbaskan praktek pendidikan yang baik ke sekolah lain.

Kehadiran SNT membawa tanggung jawab moral untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekitarnya, pihaknya berharap sekolah terutama yang berada di wilayah Cianjur selatan maupun daerah pelosok, dapat berkunjung ke SNT agar anak-anak memiliki mimpi.

"Anak akan bergerak ketika memiliki mimpi dengan melihat langsung fasilitas dan proses pembelajaran di SNT, mereka akan termotivasi untuk terus belajar," ungkapnya.

Baca juga: BBPMP Jateng siapkan sekolah transisi bagi siswa SNT Banyumas

Baca juga: Ke Jepara, Mendikdasmen: Lahan SNT harus benar-benar siap dikembangkan

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.