Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyiapkan ekspansi kapasitas produksi industri keramik nasional sebesar 105 juta meter persegi per tahun mulai semester II 2026 hingga akhir 2028 dengan nilai investasi mencapai Rp10 triliun.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto dalam keterangannya yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Kamis menyatakan ekspansi tersebut berpotensi menyerap sekitar 7.500 tenaga kerja baru. Saat ini, industri keramik nasional telah mempekerjakan sekitar 160.000 tenaga kerja yang tergabung dalam anggota asosiasi ini.

Menurut Edy dengan tambahan kapasitas produksi itu, Indonesia diproyeksikan berada di peringkat keempat produsen keramik dunia setelah China, India, dan Brasil.

Lebih lanjut, menurut dia kebijakan penurunan harga regasifikasi LNG dari 20,5 dolar AS per MMBTU menjadi 13 dolar AS per MMBTU sejak 29 Juni 2026, serta penerbitan aturan teknis telah memberikan kepastian berusaha bagi industri keramik yang sangat bergantung pada pasokan gas.

"Kebijakan ini menjadi angin segar bagi industri keramik karena memberikan kepastian terkait ketersediaan gas industri dan harga gas yang lebih berdaya saing,” katanya

Menurut Edy, kombinasi kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dan penerapan SNI wajib untuk produk keramik menjadi instrumen penting untuk memperkuat daya saing industri di tengah perlambatan ekonomi global dan tantangan ekonomi domestik.

Namun pihaknya menilai realisasi penyaluran gas industri pada Juli 2026 masih belum sesuai dengan volume yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan evaluasi ASAKI, realisasi penyaluran gas mencapai sekitar 88 persen dari volume yang tercantum dalam aturan pemerintah.

Kata dia, harga gas yang dibayar industri keramik pada Juli berada di kisaran 8 hingga 8,5 dolar AS per MMBTU. Oleh karena itu Asaki berharap realisasi penyaluran gas dapat segera ditingkatkan agar sesuai dengan volume yang telah ditetapkan.

Selain menyiapkan ekspansi kapasitas produksi, Asaki juga menyatakan siap mendukung berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang berkaitan dengan pembangunan nasional, seperti Program 3 Juta Rumah, Program Gentengisasi, pembangunan Sekolah Rakyat, renovasi sekolah, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

“Kami siap mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen melalui peningkatan kapasitas produksi dan investasi industri keramik,” ujar Edy.

Baca juga: Industri keramik tekankan pentingnya pasokan gas untuk jaga utilisasi

Baca juga: ASAKI: Penurunan harga LNG untuk industri pacu optimisme pelaku usaha

Baca juga: Penerapan SNI berikan peluang industri keramik tingkatkan produksi

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.