Jakarta (ANTARA) - Tim produksi teater musikal "Home Sweet Loan The Musical" resmi memperkenalkan Kalya Islamadina dan Chintana Jo sebagai dua aktris yang akan memerankan karakter utama Kaluna secara bergantian (alternate).

"Ceritanya sendiri, 'Home Sweet Loan' itu kan tentang sebuah perjuangan untuk meraih mimpi, yang mana mimpinya Kaluna itu adalah sebuah rumah," ujar Sutradara Home Sweet Loan The Musical, Lisa Reideka, dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Jakarta, Kamis.

Pementasan hasil kolaborasi Visinema, Indonesia Kaya, dan Jakarta Art House itu turut melibatkan 11 pemeran lain, 24 pemeran ensambel, serta lebih dari 50 insan kreatif.

Lisa Reideka yang merupakan perwakilan Jakarta Art House sekaligus alumni program Indonesia Kaya, Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya (IMB) Angkatan Ketiga, memilih menggunakan dua wajah untuk pemeran utama yang sama, Kaluna, demi memberikan perspektif emosi yang lebih mendalam di atas panggung.

Sutradara Lisa Reideka (pertama kanan) saat acara konferensi pers pertunjukan panggung "Home Sweet Loan The Musical" di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Abdu Faisal

Menurut Lisa, format pementasan teater yang disajikan secara langsung umumnya membuka ruang perspektif emosi yang jauh lebih kaya dan mendalam bagi penonton jika dibandingkan dengan medium film atau novel.

Karakter Kaluna akan digali lebih mendalam agar penonton dapat menangkap dinamika psikologis karakter tersebut secara multidimensi dari berbagai sudut perspektif yang berbeda-beda.

"Karena kita musikal itu 'live', ya, jadi 'raw emotion' dan 'vulnerable' itu semuanya pingin kami masukkan. Kami pingin audiens juga datang melihat semua emosi yang kita keluarkan di 'Home Sweet Loan The Musical' ini. Ternyata setelah kita melakukan 'staging' dengan semuanya, banyak banget ketemu lapisan-lapisan lain dari ceritanya Kaluna ini," tutur Lisa.

Baca juga: Yunita Siregar naik transportasi umum demi peran di "Home Sweet Loan"

Ia menambahkan bahwa pementasan ini dirancang agar penonton dapat melihat dua sisi perspektif Kaluna yang diperankan oleh dua aktris berbeda. Melalui sudut pandang keaktoran mereka yang dinamis, penonton bisa melihat momen di mana Kaluna tampak sangat rapuh, sekaligus melihat ketegarannya di sisi yang lain.

"Kami mau memperlihatkan lagi kayak perjuangan meraih mimpi itu ternyata sangat berat, ya. Pingin memperlihatkan prosesnya biar semua orang yang datang juga merasa, 'Oh, aku dengan proses ini tuh ternyata enggak sendirian, ya. Ada Kaluna dan beberapa orang yang sama," kata Lisa.

Karena melihat sebuah proses perjuangan yang dialami Kaluna ini, Lisa berharap pementasannya nanti mampu mewakili banyak juga Kaluna-Kaluna di luar sana yang pingin proses perjuangannya itu dihargai.

"Jadi benar-benar dari 'Home Sweet Loan The Musical' ini pingin memperlihatkan setiap perjuangan itu layak dihargai," pungkas Lisa.

Kisah "Home Sweet Loan" sendiri berangkat dari kekayaan intelektual (Intellectual Property) yang sangat sukses di pasaran. Novel aslinya karya Almira Bastari merupakan buku terlaris (bestseller) nasional yang telah dicetak ulang belasan kali sejak pertama kali terbit.

Kesuksesan tersebut berlanjut saat Visinema Pictures mengangkatnya ke layar lebar pada 2024, di mana film adaptasinya berhasil laris manis dan menembus lebih dari 1,7 juta penonton di bioskop berkat ceritanya yang dinilai sangat menguras emosi dan mewakili realitas kaum pekerja urban.

Bukan semata Kaluna

Kehadiran Kalya Islamadina dan Chintana Jo sebagai pemeran utama ganda diharapkan dapat merepresentasikan bahwa sosok Kaluna bukan miliknya semata.

Peran mereka menjadi simbol dari berbagai cara manusia dalam menyimpan lelah, mencintai keluarga, sekaligus memperjuangkan hak diri sendiri sebagai generasi sandwich.

Bagi Kalya Islamadina, tokoh Kaluna merupakan cerminan nyata dari orang-orang yang ada di sekitar kehidupan sehari-hari karena serpihan karakternya hidup di dalam diri semua orang.

"Sebenarnya tanpa kita sadari ataupun enggak, dari sisi dia ingin terus memperjuangkan hidupnya, mimpi-mimpinya dia, tapi pada waktu yang sama, dia juga memperjuangkan mimpi orang-orang yang dia sayang. Menurut aku, pasti semua orang bisa relate dengan hal tersebut, gitu," kata Kalya.

Kalya yang sebelumnya pernah terlibat dalam pentas Musikal Keluarga Cemara sebagai Ima mengakui peran kali ini jauh lebih berat.

Ia harus menggambarkan kesedihan mendalam dari seorang perempuan yang dipaksa mengalah oleh keadaan selama bertahun-tahun.

"Jadi mungkin untuk aku yang pertama kali dipaparkan dengan situasi seperti Kaluna, otomatis sedihnya setengah mati, gitu. Tapi ketika melihat prosesnya itu sendiri, oh, ternyata dia bisa mengalah karena dia harus menerpa kejadian ini sepanjang itu ya. Jadi itu sih tantangan buat aku. Gimana caranya aku bisa betul-betul join dan memposisikan diriku di sepatunya Kaluna," jelas Kalya.

Baca juga: Idgitaf akan rilis lagu terbaru untuk OST film "Home Sweet Loan"

Pemeran utama Kaluna, Chintana Jo (kiri), dan koreografer El Haq Latief (kanan) saat acara konferensi pers pertunjukan tersebut di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (6/8/2026). ANTARA/Abdu Faisal

Sementara itu, Chintana Jo memaknai Kaluna sebagai sosok perempuan yang dipaksa oleh keadaan untuk terus berjalan memikul semua beban keluarga.

"Kalau Kaluna buat aku, dia bukan cuma kuat, dia enggak cuma tangguh, dia enggak cuma tegar, tapi keadaan tuh harus membuat dia sabar juga untuk berdiri dan tetap berjalan sampai sekarang gitu. Karena ternyata dia enggak milih buat menjadi seperti itu tapi harus dia yang menanggung semuanya," ungkap Chintana mengenai debut perdananya di panggung teater musikal ini.

Chintana tidak memungkiri bahwa membawa karakter yang sudah sangat kuat dan dicintai masyarakat ke dalam medium baru memiliki tantangan, terutama dalam mengolah emosi penonton sekaligus menguasai aspek koreografi dari penata gerak El Haq Latief.

"Tantangannya adalah gimana caranya aku tetap membawakan ceritanya Kaluna dengan sepenuh hati dan tetap sampai ke kalian semua, tapi juga tetap menjaga kekuatan karakternya Kaluna itu," kata Chintana.

Mengenai proses riset dan kurasi emosi agar tetap selaras dengan realitas manusia, Kalya menekankan pentingnya kejujuran dalam berakting melalui proses bedah karakter dengan mendetail bersama sutradara. Riset dilakukan hingga ke titik terdalam, mulai dari dinamika hubungan Kaluna dengan kakak-kakaknya, perbedaan usia, hingga dunianya di dalam kantor.

"Menurut aku cara yang paling tepat untuk pada akhirnya bisa sampai ke hati para manusia-manusia yang nantinya akan nonton adalah untuk menjadi manusia. Untuk menjadi diri kita sebagai pemeran sesederhana mungkin, sesimpel mungkin, tapi jujur dan tulus. Itu sih, mungkin kalau dari aku personal. Gimana caranya kita bisa pelan-pelan berusaha untuk mewujudkan Kaluna yang semoga bisa nyampai ke hati para penonton juga," tutur Kalya.

Chintana menyepakati bahwa kekuatan utama dari pementasan ini justru terletak pada aspek kesederhanaan yang dihadirkan di atas panggung. Proses eksplorasi bersama sutradara Lisa Reideka berfokus pada bagaimana para pemain merefleksikan cerita tersebut dengan pengalaman hidup masing-masing.

"Hal yang paling berasa untuk kita eksplorasi lagi dari Kak Lisa itu untuk coba kita memposisikan diri di posisi Kaluna, dan gimana cara kita mendekatkan dengan cerita kita sendiri. Jadi itu juga sangat membantu untuk mengeksplorasi setiap gerakannya, setiap kata-katanya, bahkan dari cara berjalan, cara menyapanya Kaluna itu kayak sebenarnya sedetil itu tapi juga sesederhana itu," pungkas Chintana.

Pementasan resmi "Home Sweet Loan The Musical" dijadwalkan menyapa para pencinta seni pertunjukan pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Baca juga: Idgitaf siapkan lima lagu baru untuk "Home Sweet Loan The Musical"

Baca juga: Lagu-lagu Idgitaf akan mengisi pertunjukan Home Sweet Loan The Musical

Baca juga: Film "Home Sweet Loan" raih 1,7 juta penonton setelah 1 bulan tayang

Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.