Moskow (ANTARA) - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan perlunya memperkuat upaya penanggulangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo di tengah penyebaran virus yang semakin cepat.

"Saya berada di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dan telah bertemu para mitra di bidang kesehatan serta kemanusiaan yang mendukung penanggulangan Ebola untuk membahas tantangan yang kami hadapi. Wabah ini menyebar lebih cepat dibandingkan respons yang kita lakukan, dengan jumlah kasus baru meningkat dua kali lipat di beberapa titik penyebaran utama hanya dalam sepekan.

Kita semua sepakat bahwa seluruh upaya penanggulangan harus segera diperkuat secara besar-besaran di semua lini respons, dengan melibatkan seluruh mitra," ujar Ghebreyesus melalui platform X, Rabu (5/8).

Menurut dia, langkah tersebut mencakup pemberian bantuan kepada seluruh masyarakat terdampak meskipun terdapat kendala keamanan dan perpindahan penduduk.

"Itu berarti menjangkau seluruh komunitas terdampak meskipun terdapat persoalan keamanan dan perpindahan penduduk, memperkuat koordinasi di bawah kepemimpinan pemerintah, memastikan tenaga kesehatan memperoleh perlindungan, pelatihan, dan dukungan yang mereka perlukan, serta mempercepat akses terhadap layanan perawatan, pengawasan, dan pemakaman yang layak serta aman," katanya.

Pada 17 Mei, WHO menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menilai risiko penyebaran virus di kawasan itu berada pada tingkat tinggi.

Pada Sabtu (1/8), WHO menyatakan bahwa penyebaran Ebola di Republik Demokratik Kongo berlangsung sangat cepat sehingga menjadikannya wabah terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo, jumlah kasus Ebola terkonfirmasi di negara itu telah mencapai 3.748 kasus, dengan 1.657 kematian.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: WHO sebut wabah ebola di Kongo yang terbesar dalam sejarah

Baca juga: Jumlah kasus Ebola di RDK lampaui 3.500

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.