Jakarta (ANTARA) - PT PAL akan memulai tahap produksi kapal selam siluman Scorpène Evolved dengan upacara pemotongan pelat baja pertama kapal tersebut di Surabaya, Jumat, yang menjadi tonggak baru dalam penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis.
Menurut keterangan pers Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Kamis, upacara tersebut akan dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Mohammed Ali dan dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan RI, Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, serta mitra industri dalam proyek kapal selam tersebut.
Kapal selam Scorpène Evolved merupakan kapal selam berteknologi siluman yang dilengkapi persenjataan modern dan memiliki daya tahan operasional tinggi berkat penggunaan baterai litium-ion generasi terbaru.
Kemampuan menghindari deteksi, sensor yang canggih, serta sistem persenjataannya menjadikan kapal selam tersebut sebagai aset strategis bagi TNI Angkatan Laut.
Kontrak yang mulai berlaku pada 23 Juli 2025 itu mencakup pengadaan dua kapal selam. Kedua kapal akan dibangun di Surabaya melalui kerja sama PT PAL dengan perusahaan pertahanan Prancis, Naval Group, dalam skema alih teknologi dan produksi.
Berkat pelatihan yang dijalani di Prancis, para teknisi Indonesia kini telah memiliki kemampuan untuk membangun kapal selam Scorpène di dalam negeri.
Kontrak tersebut menandai tonggak baru dalam kerja sama industri dan pertahanan antara Prancis dan Indonesia.
Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Paris pada 28 Mei 2026, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa penguatan kedaulatan Prancis dan Indonesia merupakan inti dari kemitraan bilateral kedua negara.
Pada kunjungan kenegaraan tersebut, kedua presiden sepakat meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif.
Baca juga: PT DI kirim teknisi ke Prancis untuk pelajari pesawat tempur Rafale
Baca juga: Dassault Aviation umumkan kontrak efektif 18 Rafale lagi TNI AU
Pewarta: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.