Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berperan sebagai pengawal utama cita-cita pembangunan bangsa.

“Badan Pemeriksa Keuangan tidak hanya berperan sebagai lembaga pemeriksa keuangan, tetapi juga sebagai pengawal utama cita-cita pembangunan bangsa,” ucapnya dalam Pra-Rakor BPK 2026 bertema “BPK Mendukung Program Ketahanan Energi,” dari keterangan resmi, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Kepala Bappenas menyampaikan tanggung jawab BPK ialah memastikan setiap rupiah uang negara dipertanggungjawabkan secara akuntabel, dan juga memastikan penggunaannya memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia.

Pada konteks ini, Rachmat menekankan program ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai dua agenda yang saling terkait, sehingga memerlukan kolaborasi lintas sektor dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

Dalam konteks tersebut, Menteri PPN menyoroti pentingnya menjadikan ketersediaan energi rumah tangga sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan dan pengawasan strategis.

Menurut dia, pengawasan BPK perlu dipahami sebagai bagian dari upaya memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya melihat peran strategis BPK bukan sekadar sebagai lembaga pemeriksa. BPK juga harus menjadi pengawal cita-cita pembangunan bangsa, termasuk memastikan pangan dan energi dapat diterima oleh masyarakat," katanya.

Ia menegaskan, pengawasan yang efektif akan dapat mendorong efisiensi anggaran, sehingga membuka ruang fiskal yang lebih luas untuk membiayai pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Baca juga: Wamenko Otto minta tiga kementerian tindaklanjuti rekomendasi BPK

Baca juga: BPK tekankan penerapan prinsip ESG dalam kelola sumber daya K/L

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.