Jakarta (ANTARA) - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) resmi menghadirkan tiga program festival belanja pada Agustus ini, yakni Belanja di Indonesia Aja (BINA) August, Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), dan Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026.

Ketua Umum Hippindo sekaligus Ketua Gerakan BINA Budihardjo Iduansjah di Jakarta, Kamis, mengatakan ini menjadi momentum nasional untuk memperkuat perdagangan dalam negeri, mendorong konsumsi masyarakat, menarik wisatawan berbelanja di Indonesia, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

"Melalui rangkaian Belanja di Indonesia Aja (BINA), Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), dan Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE), Hippindo bersama pemerintah mengajak masyarakat untuk semakin berbelanja di Indonesia, baik di merek lokal, merek global yang beroperasi di Indonesia, maupun UMKM," kata Budihardjo.

Menurutnya, gerakan ini bertujuan mengajak masyarakat menjadikan Indonesia sebagai destinasi belanja, baik melalui merek lokal maupun merek global yang berinvestasi serta beroperasi di Indonesia, hingga UMKM.

"Sehingga, setiap transaksi mampu menggerakkan perdagangan dalam negeri," ujar Budihardjo.

Ia mengatakan Hippindo ingin menjadikan sektor ritel sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menilai, ketika masyarakat dan wisatawan semakin banyak berbelanja di Indonesia, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh ekosistem.

Adapun ekosistem itu mencakup industri, pemasok, UMKM, pusat perbelanjaan, hingga jutaan tenaga kerja.

"Di tengah tantangan ekonomi global, pasar domestik harus menjadi kekuatan utama kita," kata Budiharjo.

"Made Indonesia Shop Again bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai sebagai destinasi belanja, menggerakkan perdagangan dalam negeri, menarik wisatawan, memperkuat industri nasional, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja," imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua IRSE 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal Hippindo Haryanto Pratantara mengatakan IRSE merupakan implementasi nyata untuk meningkatkan kompetensi industri ritel Indonesia.

"IRSE bukan sekadar konferensi dan pameran, tetapi forum kolaborasi yang mempertemukan seluruh ekosistem perdagangan untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring bisnis, mengadopsi teknologi, serta merumuskan roadmap pengembangan industri ritel nasional," ujar Haryanto.

Baca juga: Kemendag: Program festival belanja jaga daya beli saat "low season"

Baca juga: Wamendag: Target transaksi di Festival Belanja HUT RI Rp23,32 triliun

Baca juga: Festival belanja dongkrak promosi produk kerajinan Jakarta Utara

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.