Jika keseimbangan antara inovasi, tata kelola yang baik, investasi berkelanjutan, dan pelayanan yang humanis mampu diwujudkan, maka keberhasilan PAM Surya Sembada tidak hanya akan terlihat dari air yang mengalir sepanjang hari.

Surabaya (ANTARA) - Setetes air yang mengalir dari keran rumah mungkin tampak sederhana. Padahal, di balik aliran itu terdapat rangkaian pekerjaan panjang yang melibatkan sumber air baku, instalasi pengolahan, jaringan perpipaan, teknologi, pembiayaan, hingga tata kelola perusahaan.

Ketika air berhenti mengalir atau hanya keluar pada waktu tertentu, persoalannya bukan sekadar gangguan teknis. Kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik pun ikut dipertaruhkan.

Karena itu, penetapan jajaran Direksi baru Perumda Air Minum (PAM) Surya Sembada Surabaya periode 2026–2029 bukan sekadar pergantian kepemimpinan sebuah badan usaha milik daerah (BUMD).

Momentum tersebut menjadi awal babak baru dalam menjawab tantangan penyediaan air minum yang semakin kompleks di tengah pertumbuhan kota, perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan masyarakat, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.

Proses seleksi yang berlangsung melalui tahapan administrasi, uji kompetensi, psikotes, focus group discussion (FGD), presentasi rencana bisnis, hingga wawancara menunjukkan bahwa pemerintah kota berupaya menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami aspek bisnis, tetapi juga memiliki integritas dan visi pelayanan.

Harapan itu menjadi penting karena perusahaan air minum memiliki karakter berbeda dibanding badan usaha lain. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari besarnya laba, melainkan dari semakin banyak warga yang memperoleh layanan air bersih berkualitas.

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai. Direksi baru tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Masyarakat lebih menunggu hasil nyata daripada pergantian nama pejabat.

Yang ingin dirasakan warga adalah air yang mengalir lebih lancar, tekanan yang stabil, kualitas yang terjaga, dan pelayanan yang semakin cepat ketika terjadi gangguan.

Baca juga: Warga hingga DPRD Surabaya kritisi buruknya kualitas air PDAM

Mengurai tantangan

Penyediaan air minum di kota besar tidak pernah menjadi pekerjaan sederhana. Infrastruktur perpipaan harus terus diperluas seiring perkembangan kawasan permukiman.

Di sisi lain, instalasi yang telah beroperasi selama bertahun-tahun juga memerlukan pemeliharaan dan modernisasi agar kehilangan air dapat ditekan serta distribusi menjadi semakin efisien.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.