Jakarta (ANTARA) - Konsol Nintendo Switch 2 tercatat telah terjual sebanyak 3,82 juta unit pada kuartal terbaru atau turun 34,4 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dilansir dari laporan Engadget pada Kamis (6/8) waktu setempat, penurunan penjualan terjadi menjelang kenaikan harga Switch 2 di Amerika Serikat yang mulai berlaku pada 1 September 2026. Harga konsol tersebut akan naik dari 450 dolar AS (Rp8 juta) menjadi 500 dolar AS (Rp8,6 juta).

Meski demikian, Nintendo menilai performa penjualan Nintendo Switch 2 belum mengkhawatirkan karena minat terhadap konsol tersebut masih tinggi yang didorong oleh peluncuran gim-gim baru.

Baca juga: Nintendo hadapi denda Rp729 miliar di Prancis akibat "Joy-Con Drift"

"Meski volume penjualan Switch 2 menurun, banyak konsumen tetap mengadopsi sistem ini, didorong oleh peluncuran judul-judul baru dan faktor lainnya," kata Nintendo.

Secara kumulatif, penjualan Switch 2 kini mencapai 23,68 juta unit dan masih melampaui laju penjualan konsol Switch generasi pertama pada periode yang sama.

Meski menghadapi penurunan, Nintendo tetap mempertahankan target penjualan Switch 2 sebanyak 16,5 juta unit pada tahun fiskal 2027 yang berakhir Maret tahun depan. Pada tahun fiskal sebelumnya, perusahaan gim asal Jepang itu mencatat penjualan 19,86 juta unit Switch 2.

Baca juga: Nintendo naikkan harga konsol Switch 2 mulai bulan September

Di sisi lain, Nintendo membukukan pendapatan yang melampaui ekspektasi berkat penjualan gim yang kuat serta pengembalian dana terkait tarif impor di Amerika Serikat senilai 300 juta dolar AS (5,3 triliun).

Penjualan perangkat lunak Switch 2 juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Gim "Tomodachi Life: Living the Dream" menjadi penyumbang terbesar dengan penjualan 7,96 juta kopi dalam tiga bulan pertama sejak dirilis.

Judul gim lain yang turut mencatatkan penjualan kuat antara lain "Pokémon Pokopia", yang terjual 1,27 juta kopi di luar Jepang, serta "Mario Kart World" dan "Donkey Kong Bonanza".

Baca juga: Nintendo luncurkan paket konsol Switch 2 Mario Galaxy edisi terbatas

Nintendo juga memperkirakan kenaikan harga komponen, terutama memori, serta dampak tarif impor akan menambah biaya penjualan sekitar 100 miliar yen atau sekitar Rp11,3 miliar.

Sementara itu, di luar bisnis gim, Nintendo mengungkapkan film "The Super Mario Galaxy Movie" meraih pendapatan global lebih dari 1 miliar dolar AS (Rp17,9 triliun) sejak dirilis pada April 2026, menjadikannya film adaptasi gim terlaris kedua sepanjang masa setelah film Super Mario sebelumnya, "The Super Mario Bros. Movie".

Baca juga: Gim Pokémon Winds dan Pokémon Waves akan hadir di Switch 2 pada 2027

Baca juga: Harga Nintendo Switch 2 berpotensi naik akibat kelangkaan memori

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.