Moskow (ANTARA) - Raja Spanyol Felipe VI akan melakukan kunjungan resmi ke Ceuta setelah krisis migrasi terjadi di kota tersebut akibat masuknya para imigran secara besar-besara dari Maroko.
Rencana kunjungan Raja Spanyol itu disampaikan Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas setelah bertemu Raja Felipe VI di Istana Marivent di Mallorca, Spanyol, Kamis (6/8).
"Raja Felipe VI berkomitmen untuk melakukan kunjungan ini, karena beliau selalu memenuhi kewajibannya. Saya tidak bisa menyebutkan kapan tepatnya, tetapi saya yakin beliau akan menepati janjinya kepada saya dan datang ke Ceuta," kata Jesus Vivas.
Baca juga: Komisi Eropa sebut migrasi ilegal turun 55 persen dalam dua tahun
Raja Felipe VI juga menyampaikan dukungan, ungkapan simpati, dan solidaritas kepada warga Kota Ceuta akibat peristiwa yang terjadi pada 30-31 Juli lalu, kata Vivas.
Pada akhir Juli, Kota Ceuta yang merupakan enklave Spanyol di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko menghadapi arus masuk imigran dalam jumlah besar.
Menurut Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Spanyol, sekitar 72.000 orang memasuki kota tersebut, dengan 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Sedikitnya 100 imigran tewas akibat krisis migrasi di Ceuta
Baca juga: Komisioner Uni Eropa: Penyelundup bertanggung jawab atas tragedi Ceuta
Penerjemah: Katriana
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.