Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan temuan berupa 995 pucuk senjata dan narkoba di salah satu sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, itu sangat mengejutkan.

Dia pun menegaskan sekolah dilarang menyimpan senjata api.

“Sangat tidak boleh, karena di dunia pendidikan, yang seperti ini tidak boleh terjadi,” tegas Pramono di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

Oleh sebab itu, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya untuk dilakukan tindakan tegas terhadap pihak sekolah yang terlibat dalam masalah tersebut.

“Sudah dibawa ke Polda Metro Jaya. Pemerintah DKI memberikan dukungan sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya untuk persoalan ini,” kata Pramono.

Baca juga: Yayasan tegaskan belajar mengajar tetap normal usai temuan 995 senjata

Sementara itu, kuasa eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta berinisial IWD yang diduga pelaku penyimpan senjata tersebut, Alhadid Endar Putra mengatakan ratusan senjata di sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, itu legal dan ditujukan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan memanah.

Menurut dia, senjata itu sudah berada di dalam ruangan sekolah tersebut sejak 2021 dan diketahui oleh pembina yayasan.

Senjata tersebut rencananya akan digunakan untuk keperluan perlombaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan South East Asia Shooting Association (SEASA).

Baca juga: Asal-usul senjata di sekolah swasta Jaksel terungkap, diklaim untuk ekskul menembak

Baca juga: Terkait 995 senjata, Yayasan sekolah tegaskan tak ada ekskul menembak

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.