Moskow (ANTARA) - Sejumlah ilmuwan Amerika Serikat, untuk pertama kalinya, berhasil menggunakan model kecerdasan buatan (AI) untuk merancang genom lengkap bakteriofag (fag) yang dapat hidup, lapor makalah ilmiah yang diterbitkan di jurnal Science.

"Dalam penelitian ini, kami memanfaatkan model bahasa genom, Evo 1 dan Evo 2, untuk menghasilkan genom fag lengkap dengan arsitektur genetik yang realistis, serta kekhususan terhadap inang bakteri, Escherichia coli C (E.coli)," demikian isi penjelasan dalam penelitian tersebut.

Dengan menggunakan fag alami ΦX174 sebagai contoh, kelompok ilmuwan tersebut mengembangkan metode untuk menghasilkan dan mengevaluasi ribuan genom yang dihasilkan AI, di mana hampir 300 di antaranya dilakukan sintesis secara kimiawi dan uji dalam kondisi laboratorium, yang menghasilkan 16 fag yang viabel.

Sejumlah fag yang dihasilkan tersebut berbeda dari fag alami mana pun yang diketahui. Fag tersebut mengandung mutasi unik, gen, dan elemen pengatur yang berbeda, serta panjang genom bervariasi.

Dalam uji laboratorium, campuran fag yang dirancang dengan AI dapat memusnahkan strain E. coli yang resisten terhadap fag alami ΦX174.

Bakteriofag merupakan jenis virus yang secara khusus dapat menghancurkan sel bakteri. Fag dalam Bahasa Yunani berarti "pemakan bakteri".

Sumber: Sputnik

Baca juga: AI bantu peneliti AS kembangkan antibiotik pembunuh bakteri kebal obat

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.