Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono mengatakan jajarannya selalu aktif memberikan kajian kepada TNI AL tentang pengoperasian alat utama sistem senjata yang baru.
Hal tersebut dikatakan Yudo kala menjawab pertanyaan wartawan soal maraknya alutsista baru yang saat ini dimiliki TNI AL.
"Kita hanya sekedar bisa melaksanakan kajian dan saran kepada pemimpin Angkatan Laut, kepada adik-adik kita yang masih dinas," kata Yudo saat ditemui Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat.
Menurut Yudo, rekomendasi itu perlu diberikan agar TNI AL mampu memaksimalkan fungsi alutsista sesuai dengan kebutuhan pertahanan laut Indonesia.
Tidak hanya mengkaji alutsista baru saja, Yudo menegaskan PPAL juga berupaya memberi kajian tentang operasional TNI AL secara umum untuk kepentingan pengembangan organisasi.
Kajian itu diyakini Yudo akan menjadi salah satu pertimbangan pimpinan TNI AL dalam memutuskan ragam langkah strategis.
"Tentunya saya yakin adik-adik saya ke depan bisa, dan tentunya akan lebih baik dalam manajemen ataupun mengelola standar tempur bagi kapal-kapal perang Angkatan Laut, baik yang ada maupun yang nanti akan baru tiba nanti," kata Yudo.
Sebelumnya, TNI AL telah kedatangan beberapa kapal jenis Pattugliatore Polivalente d'Altura_ (PPA) terbaru yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Yang paling terbaru, TNI AL akan kedatangan kapal induk pertama Indonesia yakni Giuseppe Garibaldi.
Tiga kapal tersebut merupakan produksi satu galangan kapal asal Italia yakni Fincanteri.
Baca juga: PPAL kenang jasa para pahlawan dengan berziarah ke TMP Kalibata
Baca juga: Eks Panglima TNI Laksamana Yudo Margono didapuk jadi Ketum PPAL
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.