Telah terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak
Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTB), kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan abu seluas kurang lebih 800 meter di atas puncak pada Jumat siang.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan erupsi tercatat terjadi pada pukul 14.18 WITA.
"Telah terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak," kata Lana.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi setinggi 1.000 meter
Lana menjelaskan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah kuat ke barat dan barat laut dari pusat erupsi.
Berdasarkan rekaman seismogram, kata dia, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki tersebut memiliki amplitudo maksimum 29,6 mm dengan durasi gempa letusan berlangsung selama dua menit 11 detik.
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan berada pada tingkat aktivitas Level III (Siaga).
Baca juga: Tiga gunung api di Maluku Utara dan NTT meletus pagi ini
Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius aman lima kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat yang berada di sekitar area terdampak hujan abu, lanjut Lana, diimbau untuk mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan sistem pernapasan.
Selain ancaman abu vulkanik, kata dia, warga di sekitar aliran sungai seperti daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, hingga Boru, diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan.
Baca juga: PVMBG: Pola erupsi gunung Lewotobi Laki-laki masih relatif stabil
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.