Jakarta (ANTARA) - Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Isnawati Hidayah mendorong agar kerja sama industri halal antara Indonesia dan Thailand turut memperkuat posisi UMKM Indonesia dalam rantai pasok regional.

"Jadi harapannya kalau ada pembukaan akses kerja sama tersebut, Indonesia itu harus mampu menyeimbangkan dengan investasi yang kuat, pembangunan fasilitas produksi yang saling terhubung, dan adanya penggunaan bahan baku dari Indonesia, transfer teknologi, melibatkan UMKM, dan kita bisa mengajak untuk UMKM lokal itu masuk ke rantai pasok regional," kata dia dihubungi di Jakarta, Jumat.

Isnawati menilai kerja sama industri halal RI-Thailand menjadi peluang yang rasional dan berpotensi saling menguntungkan, namun perlu diperhatikan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk Thailand.

"Kalau kita lihat kerja sama integrated halal value chain Indonesia-Thailand ini merupakan peluang yang rasional antara kedua belah pihak yang diharapkan saling menguntungkan," katanya.

Menurut dia, desain kerja sama harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih komprehensif, bukan hanya meningkatkan perdagangan antarnegara.

Menurut dia, Thailand memiliki keunggulan dalam kapasitas manufaktur, efisiensi produksi, serta jaringan ekspor global. Sementara Indonesia memiliki sejumlah potensi strategis, mulai dari pasar muslim yang besar, mekanisme sertifikasi halal, hingga ketersediaan bahan baku.

Lebih lanjut, Isnawati mengatakan keberhasilan kerja sama industri halal tidak cukup hanya diukur dari nilai perdagangan yang tercipta.

Menurutnya, perlu ada indikator lain seperti peningkatan ekspor produk halal bernilai tambah, pertumbuhan investasi, serta semakin banyaknya UMKM yang masuk ke rantai pasok regional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul sepakat memperkuat kerja sama pengembangan industri halal melalui pembangunan rantai nilai regional dan global sebagai bagian dari kemitraan strategis kedua negara.

Kesepakatan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama PM Thailand di Istana Negara, Jakarta, Senin malam (3/8).

"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," kata Prabowo.

Menurut Presiden, kerja sama tersebut merupakan bagian dari penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Thailand di bidang perekonomian sekaligus implementasi peta jalan kemitraan kedua negara.

Dalam pertemuan bilateral, kedua pemimpin juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha.

Upaya tersebut akan diwujudkan melalui penyelenggaraan Joint Trade Committee sebagai mekanisme membahas peluang bisnis sekaligus mengatasi hambatan perdagangan.

Prabowo mengatakan sejumlah sektor yang menjadi fokus kerja sama meliputi ketahanan pangan, logistik, rantai pasok, energi, dan ekonomi digital.

Baca juga: Indonesia dan Thailand perkuat kerja sama pengembangan industri halal

Baca juga: BPJPH: Potensi halal RI perlu dioptimalkan lewat sinergi lintas negara

Baca juga: Rekomendasi 8 oleh-oleh halal khas Thailand untuk traveler Muslim

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.