Moskow (ANTARA) - Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan siap menangani upaya baru dari para imigran ilegal dari Maroko yang akan memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta, menurut laporan surat kabar 20minutos pada Jumat.
Sementara itu, Radio Cadena SER melaporkan, dengan mengutip sumbernya, bahwa gelombang baru imigran dari Maroko ke Ceuta mungkin akan terjadi sebelum 15 Agustus.
"Kami akan siap menangani situasi ini," kata seorang sumber di Kemendagri Spanyol kepada surat kabar tersebut.
Perwakilan pemerintah Spanyol di Ceuta, Alejandro Ramirez, Rabu (5/8), menyatakan keprihatinannya atas seruan di media sosial untuk melakukan upaya penembusan massal baru pada 15 Agustus nanti.
Pasukan Garda Sipil Spanyol pun dilaporkan mengoptimalkan persiapan dan koordinasi secara matang, sehingga sampai tanggal tersebut tidak akan terjadi keributan seperti yang terjadi pada akhir Juli lalu.
Pekan lalu, Kota Ceuta, daerah kantong Spanyol yang terletak di Afrika Utara dan berbatasan dengan Maroko, menghadapi arus masuk imigran dalam jumlah besar.
Sekitar 60.000 orang menyeberang dalam satu hari, padahal populasi Ceuta sendiri hanya sekitar 85.000 jiwa.
Para pejabat di sejumlah negara anggota Uni Eropa, termasuk Denmark, Italia, Republik Ceko, dan Finlandia, telah menyerukan penangguhan sementara keanggotaan Spanyol di kawasan Schengen akibat krisis migrasi itu.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Ceuta desak deportasi migran ilegal kembali ke Maroko
Baca juga: Maroko siap bekerja sama pulangkan imigran anak
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.