Era kita mengejar kuantitas sudah berlalu. Sekarang saatnya kita bergerak menuju mutu. Setiap satuan pendidikan harus memiliki visi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola, serta membangun budaya belajar yang lebih baik

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan transformasi satuan pendidikan harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah (kepsek) yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan .

Dalam rilis yang disiarkan di Jakarta pada Jumat, Wamendikdasmen Fajar mengatakan kepala sekolah kini dituntut memiliki visi yang jelas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu membangun kolaborasi dengan guru dan tenaga kependidikan, dalam menghadirkan lingkungan belajar yang berkualitas.

Perubahan demografi, tingginya Angka Tidak Sekolah (ATS), serta dinamika penyelenggaraan pendidikan, kata Wamendikdasmen, menjadi tantangan yang harus dijawab oleh setiap satuan pendidikan di Indonesia.

Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya senantiasa mendorong satuan pendidikan terus bertransformasi dengan menempatkan peningkatan mutu sebagai fokus utama pengembangannya.

Baca juga: Kemendikdasmen: Program PJJ jangkau anak tidak sekolah terutama di 3T

"Era kita mengejar kuantitas sudah berlalu. Sekarang saatnya kita bergerak menuju mutu. Setiap satuan pendidikan harus memiliki visi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat tata kelola, serta membangun budaya belajar yang lebih baik," ujar Fajar.

Karena itu selain kepemimpinan sekolah, menurutnya, kualitas guru juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong penguatan kompetensi pendidik melalui berbagai kebijakan dan program peningkatan kapasitas agar mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan peserta didik yang terus berkembang.

Wamendikdasmen Fajar juga menyoroti masih tingginya ATS, seperti di Jawa Barat yang menjadi salah satu daerah dengan jumlah ATS terbesar di Indonesia.

Baca juga: Mendiktisaintek: Transformasi pendidikan harus ditopang budaya riset

Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar semakin banyak anak memperoleh kembali haknya untuk belajar.

“Pendidikan tidak hanya bertumpu pada jalur formal. Semua jalur pendidikan perlu dioptimalkan agar anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan dapat kembali belajar sesuai dengan kebutuhannya,” kata Wamendikdasmen Fajar.

Untuk memperluas akses pendidikan, Kemendikdasmen terus mengembangkan berbagai layanan, termasuk pendidikan nonformal dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), sehingga pendidikan dapat menjangkau peserta didik dengan kondisi dan latar belakang yang beragam.

Wamendikdasemen Fajar menambahkan satuan pendidikan swasta juga memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut.

Pemerintah pun terus memperkuat kolaborasi dengan penyelenggara pendidikan masyarakat agar semakin banyak praktik baik yang dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Baca juga: Wamendikdasmen: Transformasi pendidikan butuh kolaborasi multipihak

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.