Islamabad (ANTARA) - Negara bagian Victoria, Australia, akan mewajibkan para peternak unggas untuk menempatkan burung dalam kandang karena meningkatnya kasus terdeteksi flu burung H5N1.

Hal itu menjadikan Victoria sebagai wilayah pertama di Australia yang memberlakukan kebijakan tersebut, menurut laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Jumat.

Kewajiban untuk mengandangkan unggas tersebut merupakan perluasan dari kebijakan yang sebelumnya bersifat sukarela. Aturan itu akan berlaku bagi siapa pun yang memelihara lebih dari 50 ekor burung dan diberlakukan selama 14 hari sebagai tahap awal.

Menteri Pertanian Victoria, Michaela Settle, menyebut langkah tersebut sebagai tindakan proaktif dan pencegahan agar unggas ternak tidak bersentuhan dengan satwa liar yang berpotensi terinfeksi virus.

Kepala Petugas Veteriner Victoria, Graeme Cook, mengatakan temuan kasus flu burung baru di Yambuk, Apollo Bay, dan Clyde telah mendorong pemerintah setempat untuk memperkuat respons terhadap wabah tersebut, seiring dengan menyebarnya virus yang terus terdeteksi di wilayah baru negara bagian itu.

Baca juga: Australia konfirmasi peristiwa kematian massal pertama akibat flu burung H5N1

Sementara itu, Kepala Petugas Veteriner Australia, Beth Cookson, mengatakan pada Jumat bahwa hasil pengujian telah mengonfirmasi 20 kasus deteksi positif baru di Victoria. Seluruhnya melibatkan burung dara laut jambul besar (greater crested tern) di kawasan Portland dan Nelson.

Menurut laporan ABC News, Australia kini telah mencatat 175 deteksi H5N1 yang dikonfirmasi atau diduga positif berdasarkan sampel yang telah diuji.

Namun demikian, pihak berwenang Australia mengatakan hingga kini belum ditemukan kasus pada unggas ternak maupun dalam sistem produksi pertanian Australia. Risiko terhadap manusia juga masih dinilai sangat rendah.

Kekhawatiran terkait penyebaran H5N1 tersebut turut mendorong Royal Adelaide Show membatalkan pameran burung dan unggas yang dijadwalkan pada bulan depan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Australia Selatan laporkan lonjakan kasus flu burung H5N1

Baca juga: 7 kasus suspek baru flu burung H5N1 dilaporkan di Australia Selatan

Baca juga: New South Wales Australia laporkan kasus suspek flu burun H5N1 pertama

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.