Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mempromosikan destinasi wisata Pantai Sepanjang, melalui kegiatan olahraga berbasis pariwisata atau sport tourism dalam Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Tahun 2026 yang berlangsung pada 7-9 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul Antonius Hary Sukmono mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gunungkidul.

"Diharapkan bisa mengembangkan sport tourism terkait dengan pengembangan destinasi wisata di Gunungkidul yang dikolaborasikan dengan atraksi keolahragaan," katanya.

Menurut dia, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi wadah pembinaan bibit atlet potensial, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perhotelan dengan mengusung semangat The Vibe of Paradise.

"Ini bisa menghadirkan wisatawan dan mengenalkan Gunungkidul ke tingkat nasional," ujarnya.

Ketua Panitia Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Tahun 2026 Erfanto Linangkung mengatakan kawasan jalan hasil penataan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, dimanfaatkan sebagai arena drag race sepatu roda 100 meter untuk kelas Standar dan Speed.

"Tujuan kami menyelenggarakan kegiatan di Pantai Sepanjang ini untuk memajukan dan memperkenalkan lebih jauh destinasi wisata di Gunungkidul dengan tema sport tourism," katanya.

Baca juga: Muria Trail Run 2026 perkuat sport tourism dan promosi wisata alam

Baca juga: Fun Bike Tanjung Lesung jadi wisata olahraga tahunan

Menurut dia, pemanfaatan jalur Pantai Sepanjang sebagai arena perlombaan merupakan konsep baru karena pada dua penyelenggaraan sebelumnya, kejuaraan berpusat di Lintasan Sepatu Roda Area Parkir Pasar Sapi Siyonoharjo, Logandeng.

Penyelenggaraan tahun ini sengaja memadukan dua lokasi sekaligus dengan memanfaatkan jalur Pantai Sepanjang untuk nomor sprint 100 meter.

"Pemanfaatan jalur Pantai Sepanjang untuk nomor sprint 100 meter dirancang guna memberikan pengalaman bertanding yang baru bagi para atlet sekaligus mendukung percepatan pengembangan sektor pariwisata daerah," ujarnya.

Ajang tingkat nasional tersebut diikuti 459 atlet dari 45 klub yang tersebar di tujuh provinsi, meliputi Sulawesi Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY.

Bahkan, peserta terjauh tercatat datang langsung dari Makassar untuk bersaing di Bumi Handayani.

"Semoga dengan agenda yang kali pertama dibuat di dua tempat ini, antusiasme peserta ke depan semakin banyak," ujar Linangkung.

Menurut dia, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya jumlah peserta sekitar 300 atlet, tahun ini meningkat menjadi 459 atlet yang mencakup kelas Speed dan Standar.

Para peserta terbagi dalam kelompok usia berjenjang, mulai dari Kategori A usia 5-7 tahun hingga kategori Senior/Junsen usia 19 tahun ke atas.

Baca juga: KAI Ngebel KOM gerakkan sport tourism Madiun-Ponorogo

Baca juga: Bekasi Coastal Gravel 2026 angkat potensi sport tourism pesisir

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.