...Kami terus mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan festival budaya bertaraf internasional

Wamena (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyatakan Festival Budaya Lembah Baliem atau FBLB ke-34 masuk top Karisma Event Nusantara (KEN) atau 10 besar tahun 2026.

Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata RI Ni Luh Enik Ermawati di Wamena, Jumat mengatakan FBLB ke-34 tahun ini masuk dalam 10 besar KEN.

“Dari ratusan festival budaya di Indonesia, kami pilih 125 festival budaya di Indonesia dan menentukan 10 terbaik. Dari 10 festival budaya yang terbaik itu, FBLB masuk di dalamnya pada tahun ini, maka prestasi yang luar biasa ini harus dipertahankan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya,” katanya usai membuka FBLB ke-34 tahun 2026 di Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Menurut dia, dengan perhatian yang begitu besar Pemkab Jayawijaya berikan terhadap sektor pariwisata dan budaya yang dikemas dalam FBLB setiap tahun maka Kemenpar RI tahun 2026 memberikan piagam penghargaan atas prestasi yang diraih.

“Prestasi berupa piagam penghargaan yang diberikan tadi (Jumat) karena FBLB ke-34 masuk dalam top KEN atau 10 besar dari ratusan festival budaya yang diselenggarakan di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Kemenpar dukung pengembangan Wamena sebagai destinasi wisata budaya

Dia menilai FBLB sangat luar biasa karena mampu menghadirkan sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnu) setiap tahun di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Kami terus mendorong pemerintah daerah di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Jayawijaya untuk menyelenggarakan festival budaya bertaraf internasional sehingga mampu mendatangkan wisman dan wisnu dari daerah sehingga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Dia menambahkan kehadiran wisman maupun wisnu di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan maka akan terjadi transaksi ekonomi yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Terima kasih kepada Pemkab Jayawijaya karena di tengah situasi ini (efisiensi anggaran) tetapi masih mampu melaksanakan festival budaya. Pekerjaan rumah atau PR itu pasti ada dan kami akan kolaborasi terus bagaimana festival ini selalu ada inovasi sehingga setiap tahun ada hal yang baru kemudian dapat dinikmati oleh wisatawan,” ujarnya.

Baca juga: Kemenpar sebut tren positif pariwisata modal kuat bagi ekonomi RI

Baca juga: Menpar ingin perkuat posisi RI jadi hub events di ASEAN lewat Seabef

Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.