Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memodifikasi program uji tanding atlet menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan menyesuaikan kejuaraan yang diikuti berdasarkan kebutuhan masing-masing nomor.
Manajer Tim Nasional Atletik Indonesia Mustara Musa mengatakan tim atletik tidak memiliki satu program try out khusus menuju Asian Games, sehingga pelatih diberikan ruang untuk menentukan kompetisi yang paling sesuai dengan kebutuhan atlet.
“Program try in dan try out kami modifikasi. Masing-masing pelatih menyesuaikannya dengan kebutuhan atlet,” kata Mustara saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurut Mustara, sebelumnya terdapat rencana memberangkatkan kelompok atlet untuk mengikuti uji tanding di Melbourne, Australia, namun agenda tersebut tidak terlaksana.
PB PASI kemudian menyesuaikan program dengan memanfaatkan sejumlah kompetisi di dalam maupun luar negeri sebagai sarana mengukur perkembangan atlet.
“Kami kemudian berdiskusi dengan masing-masing pelatih untuk menentukan ajang uji tanding yang sesuai. Ada yang mengikuti Jateng Open, Jatim Open, Filipina Open, dan Singapura Open,” ujar Mustara.
Baca juga: PASI alihkan pelatnas mandiri untuk persiapan Asian Games 2026
Ia menjelaskan kebutuhan uji tanding setiap atlet tidak dapat diseragamkan karena atletik terdiri atas berbagai disiplin dengan karakter berbeda, mulai dari sprint, lari jarak jauh, jalan cepat, lompat hingga lempar.
Karena itu, pemilihan kompetisi diserahkan kepada pelatih masing-masing dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis dan tahapan persiapan atlet menuju Aichi-Nagoya.
Mustara mengatakan secara program nasional memang tidak terdapat agenda try out khusus, tetapi PB PASI tetap mengupayakan kompetisi bagi atlet sesuai dengan kebutuhan persiapan.
“Kalau secara program nasional memang tidak ada try out, tetapi PB PASI tetap menyesuaikan uji tanding dengan kebutuhan masing-masing atlet,” kata Mustara.
Baca juga: Atletik Indonesia siapkan 13 atlet menuju Asian Games 2026
Sebanyak 13 atlet dipersiapkan untuk bersaing pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 bersama tujuh pelatih dan empat tenaga pendukung.
Mayoritas atlet menjalani pemusatan latihan di Pangalengan, Jawa Barat, sementara Maria Natalia Londa menjalani program latihan di Bali.
Atlet tersebar pada berbagai nomor, yakni lompat jauh, lompat jangkit, lompat galah, sapta lomba, lari gawang, jalan cepat, maraton, lari jarak menengah dan jauh, sprint, estafet, serta lempar lembing.
Mustara sebelumnya menegaskan persiapan tim atletik menuju Asian Games tetap berlangsung meski terdapat penyesuaian dalam program pelatnas dan uji tanding.
“Persiapan kami sebetulnya sejak awal untuk persiapan Asian Games tidak berhenti,” ujarnya.
Baca juga: PASI realistis hadapi kekuatan atletik Asia
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.