Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyampaikan perlunya pengintegrasian hub-hub komersial dengan destinasi wisata dalam upaya untuk meningkatkan layanan wisata belanja.
"Kalau kita bicara wisata belanja, saya kira nomor satu adalah bagaimana mengintegrasikan destinasi wisata dengan seluruh pendukung pariwisata, seperti pusat perbelanjaan, hotel, transportasi, dan sebagainya," kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Wijaja saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat.
"PR utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan destinasi wisata dengan hub-hub komersial," katanya.
Menurut dia, pengembangan kawasan wisata terpadu yang mencakup hub-hub komersial bisa meningkatkan pengalaman wisatawan di daerah tujuan wisata.
Ia mengatakan bahwa pengintegrasian hub komersial dengan destinasi wisata sudah dilakukan di wilayah seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, dan Kuala Lumpur.
Ia mencontohkan, Singapura memiliki area belanja Orchard Road, Hong Kong punya Causeway Bay dan Tsim Sha Tsui, Tokyo memiliki Ginza, serta Kuala Lumpur menawarkan Bukit Bintang.
Alphonzus mengemukakan bahwa pemerintah perlu mendorong pembentukan kawasan wisata yang terpadu dengan hub komersial seperti di Singapura, Hong Kong, Tokyo, dan Kuala Lumpur.
Menurut dia, pengembangan kawasan Blok M di Jakarta bisa dijadikan sebagai contoh pengintegrasian hub komersial dengan daerah tujuan wisata.
"Nah, ini yang harus didorong terus. Supaya kalau wisatawan datang, baik mancanegara maupun domestik, itu langsung terintegrasi dengan komersial," katanya.
Baca juga: APPBI: ISF 2026 bantu dongkrak daya beli masyarakat menengah bawah
Selain mengintegrasikan hub komersial dengan destinasi wisata, Alphonzus mengatakan, pemerintah perlu meningkatkan kemudahan berbelanja bagi wisatawan asing.
Dalam hal ini, pemerintah telah menyediakan fasilitas pengembalian pajak bagi wisatawan mancanegara yang membeli barang di toko (pengecer) mana pun yang memiliki logo "Pengembalian Pajak untuk Turis".
Alphonzus juga menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga barang di Indonesia menjadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara, dan kondisi itu bisa mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dari negara tetangga.
Menurut dia, kunjungan wisatawan dari Malaysia yang hendak berbelanja ke Jakarta maupun Bandung berpeluang meningkat dalam kondisi yang demikian.
"Saya kira hal-hal ini yang harus didorong terus supaya wisatawan ini juga ikut, kenaikan jumlah wisatawan ikut mendorong penjualan transaksi ritel," katanya.
Baca juga: 384 gerai UMKM berpartisipasi dalam Palembang Great Sale 2026
Baca juga: Pemerintah dukung pengembangan wisata belanja berbasis potensi lokal
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.