Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan program diskon dalam Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 mampu meningkatkan penjualan ritel sekitar 10 hingga 20 persen pada produk-produk pelaku UMKM di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Kalau ada program diskon, biasanya penjualan produk yang dipromosikan bisa naik sekitar 10 sampai 20 persen,” kata Budihardjo dalam acara pembukaan pembukaan ISF 2026 di K Mall, Jakarta, Jumat.

Ia memperkirakan program diskon mampu meningkatkan penjualan sekitar 10 hingga 20 persen pada produk yang dipromosikan. Secara keseluruhan, kenaikan transaksi ritel diperkirakan berada di kisaran 10 persen, meski sebagian konsumen beralih membeli produk yang sedang didiskon.

Budihardjo mengatakan untuk menarik minat konsumen, para peritel menyiapkan berbagai program promosi. Potongan harga tidak diberikan untuk seluruh produk, tetapi difokuskan pada sejumlah barang unggulan agar tetap menarik tanpa mengganggu struktur harga secara keseluruhan.

Potongan harga juga tidak hanya berlaku pada produk fashion namun juga pada produk ritel lainnya seperti restoran yang bisa menerapkan paket dengan harga murah dan bisa digabungkan dengan tema hari kemerdekaan yang bertepatan dengan bulan terselenggaranya ISF 2026.

Ia mengatakan peritel juga bisa memberikan kemudahan transaksi dengan kartu kredit dengan cicilan 0 persen yang dapat menggaet minat masyarakat untuk berbelanja agar perputaran roda ekonomi terus berjalan.

“Jadi ya memang itu biasa sih kita lakukan seperti itu. Ada yang dijual murah, ada. Kalau restoran ada paket murah juga, jadi nggak harus baju ya. Kan kami retail ada salon atau apa, mungkin 81 persen, 81 tahun kan ini, jadi bisa 80 plus 1 atau 81 ribu,” katanya.

Baca juga: APPBI: ISF 2026 bantu dongkrak daya beli masyarakat menengah bawah

Baca juga: APPBI targetkan transaksi Rp38 triliun lebih selama ISF 2026

Ia menjelaskan ISF diselenggarakan bulan Agustus juga menghidupkan kembali aktivitas belanja sekaligus mendukung gerakan Belanja di Indonesia Aja, karena biasanya pada periode ini dikenal sebagai musim sepi (low season) bagi industri ritel setelah berakhirnya libur sekolah.

Budihardjo juga mengatakan ISF 2026 juga diharapkan dapat menggaet kembali kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan harga sejumlah komoditas yang perlu didukung dengan stimulus yang membangkitkan niat konsumen untuk berbelanja produk terutama di dalam negeri.

“Makanya kami selalu statement, ayo lah situasi harus dibuat stabil karena isu aja udah bikin orang menahan beli. Orang kalau banyak nabung, nahan beli karena khawatir itu akan mengganggu sektor konsumsi, intinya orang itu harus yakin ke depan itu nggak ada apa-apa,” katanya.

Menurut Budihardjo, dengan dukungan program promosi serta membaiknya kepercayaan konsumen, ISF 2026 diharapkan mampu menjaga momentum konsumsi domestik yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Kemendag: ISF 2026 jadi penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal III

Baca juga: Kemendag bidik transaksi ISF 2026 tembus Rp38 triliun

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.