Phnom Penh (ANTARA) - Pemerintah Kamboja dan Malaysia berkomitmen untuk memperdalam kerja sama dalam bidang pertahanan termasuk pengembangan serta pemanfaatan akal imitasi (AI) untuk kepentingan tersebut demikian rilis pers juru bicara Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Manet, Jumat.
Kesepahaman itu tercapai ketika PM Hun Manet bertemu dengan Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled bin Nordin yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Kamboja.
PM Hun Manet menyatakan menyambut baik kemajuan terus berlangsung dalam hubungan bilateral Kamboja-Malaysia.
Dia menyoroti pencapaian dalam kerja sama pertahanan sejauh ini dan menegaskan kembali bahwa pemerintah Kamboja akan terus mendukung perluasan berbagai inisiatif pertahanan bersama.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas peran historis Malaysia dalam mendorong perdamaian regional, termasuk upaya-upaya masa lalunya dalam memfasilitasi gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand, serta kontribusinya yang penting terhadap mekanisme Tim Pengamat ASEAN (ASEAN Observer Team/AOT) di Kamboja.
Mohamed Khaled menggambarkan Kamboja sebagai teman dekat dan tepercaya bagi Malaysia, seraya menyebutkan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mewujudkan komitmen bersama menjadi tindakan konkret guna memperkuat hubungan bilateral. Dia menegaskan kembali komitmen Malaysia untuk melanjutkan program-program pelatihan pertahanan bagi Kamboja.
Kedua negara berencana menjajaki kerja sama lebih lanjut dalam operasi-operasi penjaga perdamaian, tantangan keamanan non-tradisional, keamanan maritim, serta pengembangan kapasitas untuk penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor pertahanan, demikian disebutkan dalam rilis pers tersebut.
Kedua belah pihak juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional maupun internasional.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.