Tujuan pembelajaran dengan pendekatan STEM itu untuk membiasakan anak didik memiliki kemampuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sehari-hari.
Garut (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong guru berbagai jenjang sekolah untuk memperkuat sistem pembelajaran mendalam Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) agar anak didik memiliki wawasan yang lebih luas.
"STEM ini yang harapannya semua guru secara bertahap ya, bagaimana masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari itu bisa diselesaikan melalui proses pembelajaran sehingga anak terbiasa," kata Ketua Tim Kurikulum di Pusat Kurikulum dan Pembelajaran pada Kemendikdasmen, Yogi Anggraina usai Lokakarya Pembelajaran STEM bersama Komisi X DPR RI di Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat.
Ia menuturkan, Kemendikdasmen selama ini terus memberikan pelatihan untuk pembelajaran bagi guru mulai dari tingkat PAUD sampai SMA sederajat terkait program STEM yang harus diterapkan dalam setiap pembelajaran di sekolah.
Upaya penguatan kompetensi bagi guru terkait pembelajaran mendalam itu, kata dia, salah satu program prioritas Kemendikdasmen yang harus diimplementasikan di seluruh daerah, termasuk saat ini kegiatan diselenggarakan bagi guru di Kabupaten Garut.
Baca juga: Menaker dorong perkuat STEM guna hapus kesenjangan skill tenaga kerja
"Kita untuk pembelajaran mendalam itu sudah sejak tahun ajaran 2025-2026, jadi semua sekolah, semua guru diminta untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam," katanya.
Ia menjelaskan, tujuan pembelajaran dengan pendekatan STEM itu untuk membiasakan anak didik memiliki kemampuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sehari-hari.
Program pembelajaran mendalam STEM itu, kata dia, sudah disampaikan dan diberikan pelatihan kurang lebih kepada 70 ribuan guru di Indonesia tahun 2025, dan pelatihan tersebut berkelanjutan setiap tahun yang ditargetkan 4 sampai 5 tahun ke depan bisa selesai untuk seluruh guru.
"Saat ini Ini kita targetnya secara bertahap, harapannya dalam 4-5 tahun seluruh gurunya dapat, baik belajar secara mandiri maupun secara klasikal," katanya.
Baca juga: Kemenag: Gelaran AICIS+ 2026 fokus pada kajian empiris dan berdampak
Seperti kegiatan di Kabupaten Garut, kata dia, tahun sebelumnya sudah dilaksanakan, dan tahun ini kembali digelar dengan sasaran beberapa guru perwakilan sekolah berbagai tingkatan untuk memahami program pembelajaran mendalam STEM.
"Nanti guru mengimplementasikannya, baik dalam perencanaan pembelajaran oleh guru maupun dalam asesmen-nya itu dilakukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam," katanya.
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Kemendikdasmen sebagai mitra mendukung kegiatan pembelajaran mendalam yang berdasarkan STEM.
Menurut dia, program pembelajaran STEM itu penting untuk dipahami dan diimplementasikan oleh guru saat melakukan kegiatan belajar mengajar sehingga anak didik mendapatkan pengetahuan tambahan.
"Siswa diajak lebih interaktif, jadi bertanya kepada guru bahwa ini kenapa seperti ini, mengapa bisa seperti ini, bagaimana kalau ini, ada perubahan, jadi pertanyaan yang harus dikembangkan adalah pertanyaan mengapa dan bagaimana," katanya.
Baca juga: ASEAN perkuat kerja sama pendidikan AI-STEM prioritas 2026-2030
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.