Jakarta (ANTARA) - Apple dikabarkan mendapat penolakan dari produsen RAM asal China, CXMT, atas permintaan DRAM (dynamic random-acess memory) dengan harga yang murah dan dibutuhkan Apple untuk lini iPhone 18 Pro yang akan dirilis bulan depan.

Kabar ini dilaporkan GSM Arena, Kamis (6/8) waktu setempat, menyebutkan bahwa permintaan Apple yang diajukan kepada CXMT itu untuk mengamankan stok RAM tambahan.

Penolakan yang dilakukan CXMT terbilang sangat masuk akal mengingat beberapa faktor yang cukup menantang perlu dipenuhi sebelum kesepakatan dilakukan.

Pertama, Apple harus meminta izin khusus kepada Pemerintah AS untuk membeli DRAM dari CXMT mengingat perusahaan itu masuk daftar hitam dari regulator Negeri Paman Sam.

Mengurus izin khusus ini tentu memakan waktu, dan bagi CXMT urusan tersebut jelas tidak efisien bagi bisnis.

Baca juga: Apple menduga banyak mantan karyawan bocorkan data rahasia ke OpenAI

Tentu lebih baik bagi CXMT melakukan penjualan langsung ke klien besar lainnya seperti Xiaomi maupun Huawei serta perusahaan China lainnya daripada berbisnis dengan perusahaan AS yang membutuhkan waktu ekstra untuk mendapatkan izin khusus agar bisnis dapat dijalankan.

Kedua, apabila kesepakatan itu diterima oleh CXMT, perusahaannya mungkin mendapatkan timbal balik yang tidak sepadan karena Apple meminta harga DRAM lebih rendah daripada kompetitor kepada CXMT.

Faktor kedua menjadi penghalang kesepakatan terbesar yang membuat CXMT memutuskan menolak tawaran perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut.

Sebenarnya CXMT terbuka untuk berbisnis dengan Apple, namun hal itu dapat terjadi apabila raksasa teknologi itu memberikan penawaran harga yang sama seperti kepada pemasok DRAM utamanya seperti Micron, SK Hynix, dan Samsung.

Baca juga: Apple mungkin rilis iPhone edisi 20 tahun dengan layar lebih besar

Strategi CXMT dalam menjalankan bisnisnya itu sangat bisa diterima karena dalam kasus ini, perusahaan mereka memiliki kekuatan untuk menawar karena kliennya dalam posisi terdesak.

Apple sendiri membutuhkan stok DRAM tambahan dalam waktu cepat untuk ponsel generasi mendatang iPhone 18 termasuk di dalamnya adalah ponsel anyar mereka iPhone Ultra yang merupakan ponsel lipat perdana mereka.

Tentu jika melihat prospek bisnis, di tengah kondisi krisis RAM saat ini bagi CXMT lebih memilih untuk mengutamakan klien yang memberikan penawaran menarik lewat kontrak jangka panjang dalam hal memasok RAM seperti dengan Xiaomi dan Huawei.

Apabila Apple benar-benar membutuhkan DRAM CXMT maka perusahaannya harus mengupayakan izin dari regulator AS dan kemudian membayar lebih daripada penawaran sebelumnya.

Baca juga: iPhone 18e dapat RAM 9GB untuk jalankan fitur Apple Intelligence

Baca juga: iOS 27 kapan rilis? Ini daftar iPhone yang kebagian dan fitur barunya

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.