Jakarta (ANTARA) - Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan beragam program pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
"Pertamina meyakini UMKM merupakan penggerak utama ekonomi nasional. Karena itu, pembinaan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, pasar, dan jejaring usaha agar UMKM mampu tumbuh lebih kompetitif sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia mencontohkan salah satu UMKM binaannya, Narita Shibori mampu menciptakan ruang ekonomi yang lebih inklusif melalui kolaborasi dengan kelompok rentan, memperluas kesempatan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Menurut Baron, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Saat ini, ia mengatakan sektor UMKM berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.
Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor masih berada di kisaran 15,7 persen, sehingga peningkatan kapasitas, inovasi, dan akses pasar menjadi faktor penting agar semakin banyak produk Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.
"Program pembinaan UMKM Pertamina sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat kewirausahaan, mendorong pengembangan industri kreatif, serta memperluas kesempatan ekonomi yang inklusif," kata Baron.
Sementara itu, Anarita, pendiri Narita Shibori, UMKM fesyen asal Bandung yang mengembangkan teknik pewarnaan kain shibori menjadi berbagai produk bernilai tambah, mengatakan berawal dari usaha skala rumahan, dirinya harus berjuang mengembangkan usahanya di tengah keterbatasan modal dan peluang promosi.
Namun, setelah bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina pada 2019 dan memperoleh beragam program pembinaan yang berkelanjutan, usaha Narita pun makin berkembang.
Pertamina memberikan dukungan pembiayaan, peningkatan kapasitas melalui UMK Academy, serta membuka akses promosi melalui keikutsertaan ke berbagai pameran di dalam maupun luar negeri.
"Kami mendapat modal kerja untuk produksi, bantuan pemasaran skala nasional hingga internasional, serta pelatihan melalui Pertamina Academy," ujar Anarita.
Pendampingan tersebut menjadi fondasi bagi pertumbuhan usahanya. Dalam beberapa tahun terakhir, omzet Narita Shibori meningkat hampir tiga kali lipat. Produknya hadir di berbagai pameran nasional, seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, dan Tunjukkan Indonesiamu, hingga mendapat kesempatan mengikuti DMI Utrecht di Belanda pada 2024 sebagai bagian dari upaya memperluas akses ke pasar internasional.
Narita juga berkolaborasi bersama Rumah Hasanah, dengan melibatkan 12 penyandang disabilitas dalam proses produksi.
"Kami sudah tiga tahun berkolaborasi dengan Rumah Hasanah. Karya mereka kami padu padankan menjadi produk fesyen, tote bag, dan ke depannya home decor. Karena karya mereka memang layak dihargai," katanya.
Menurut Anarita, pemberdayaan tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari membangun ekosistem usaha yang memberi ruang bagi lebih banyak orang untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan tumbuh bersama.
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.