Beirut (ANTARA) - Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Jumat (7/8) mengatakan bahwa kemajuan telah dicapai dalam perundingan terbaru di Roma antara Lebanon dan Israel terkait masalah perbatasan dan pemulangan tahanan.
Saat berbicara dalam sidang kabinet, Aoun menyampaikan bahwa perundingan di Roma, Italia itu membahas empat isu utama.
Keempat isu utama itu, yakni gencatan senjata, pembongkaran dan penghancuran rumah menggunakan buldoser, perbatasan, serta pemulangan tawanan dan penetapan wilayah percontohan, menurut pernyataan yang dirilis oleh Kepresidenan Lebanon.
Dalam pernyataan itu, Presiden Aoun mengatakan "kemajuan positif" telah dicapai terkait isu perbatasan dan tawanan, seraya menyatakan harapan bahwa langkah-langkah praktis dapat segera terlihat.
Dia menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) akan bekerja untuk menyelesaikan isu-isu yang tersisa terkait gencatan senjata dan wilayah percontohan.
Jenderal AS Joseph Clearfield juga dijadwalkan akan segera tiba di Beirut untuk menindaklanjuti isu-isu tersebut.
Pernyataan Aoun ini disampaikan sehari setelah para pejabat Israel dan Lebanon menyelesaikan perundingan tiga hari di Roma yang bertujuan memajukan pengaturan keamanan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, sekaligus mengimplementasikan perjanjian kerangka kerja yang dicapai di Washington pada akhir Juni lalu, seperti diberitakan media lokal.
Perundingan yang ditentang oleh Hizbullah tersebut merupakan putaran negosiasi ketujuh antara kedua pemerintah.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.