Kemerdekaan adalah ketika seorang anak dapat tumbuh tanpa terus-menerus menjadi sasaran eksploitasi algoritma

Bagi negara, tantangan yang paling penting adalah menjaga batas-batas perannya. Negara harus cukup kuat untuk melindungi warga tanpa mengambil alih kebebasan mereka.

Perlindungan anak, pemberantasan judi online, penindakan penipuan, dan penegakan hukum diperlukan. Kritik, perbedaan pendapat, kreativitas, serta kebebasan berekspresi juga harus tetap hidup.

Di titik itulah saya melihat kemerdekaan digital bukan sebagai kebebasan tanpa batas, melainkan sebagai kemampuan manusia untuk tetap memiliki kendali atas dirinya sendiri.

Kemerdekaan adalah ketika seorang anak dapat tumbuh tanpa terus-menerus menjadi sasaran eksploitasi algoritma. Ketika keluarga tidak kehilangan masa depan karena jebakan judi daring. Ketika warga dapat berpendapat tanpa takut dan memiliki kemampuan untuk membedakan informasi dari manipulasi.

Kemerdekaan adalah ketika teknologi memperbesar kemampuan manusia untuk menentukan hidupnya sendiri, bukan perlahan-lahan mengambil alih keputusan tersebut. Mungkin inilah salah satu pekerjaan kemerdekaan bagi generasi kita.

Dulu para pendiri republik berjuang agar bangsa ini dapat menentukan nasibnya sendiri. Delapan puluh satu tahun kemudian, gagasan tentang penentuan nasib sendiri tetap relevan. Medannya saja yang berubah.

Sebagian perjuangan hari ini berlangsung dalam benda kecil yang kita genggam sejak bangun tidur hingga menjelang tidur kembali.

Di sanalah republik juga perlu hadir. Bukan untuk menentukan apa yang harus kita pikirkan. Bukan pula untuk membuat ruang digital steril dari perbedaan.

Republik hadir untuk menjaga agar teknologi tidak merampas sesuatu yang telah diperjuangkan selama ini oleh bangsa ini: kemampuan manusia untuk berpikir, memilih, tumbuh, dan menentukan masa depannya sendiri.

Itulah inti paling sederhana dari kemerdekaan di ruang digital.

*) Wicaksono "Ndoro Kakung", anggota Dewan Pengawas Perum LKBN Antara dan pengamat media digital

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.