Selama periode bulan Juli 2026, tercatat 397.533 pengguna yang turun di Stasiun Dukuh Atas. Menjadikannya stasiun dengan mobilitas tertinggi di LRT Jabodebek. Pada periode yang sama, LRT Jabodebek mencatat 233.705 pengguna turun di Stasiun Cikoko, 272.318 pengguna turun di Stasiun Pancoran, 282.397 pengguna turun di Stasiun Kuningan, dan 353.522 pengguna turun di Stasiun Harjamukti.
Dengan banyaknya jumlah pengguna yang turun di Stasiun Dukuh Atas, menunjukkan bahwa stasiun ini tidak hanya menjadi tujuan perjalanan, tetapi juga berperan sebagai pusat integrasi yang menghubungkan masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas dan moda transportasi lain di Jabodebek.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan dengan pemanfaatan integrasi antarmoda ini, turut mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat di Jabodebek. Perjalanan tidak lagi bergantung pada satu kawasan tujuan, tetapi tersebar ke berbagai pusat aktivitas yang terhubung oleh transportasi publik.
“Masyarakat kini tidak hanya mencari moda transportasi yang cepat, tetapi juga perjalanan yang saling terhubung. Integrasi antarmoda memungkinkan pengguna memilih rute yang paling efisien sesuai tujuan akhir mereka. Peran LRT Jabodebek bukan hanya membawa pengguna dari titik asal ke tujuan, tetapi juga menghubungkan berbagai simpul mobilitas sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang efisien,” ungkapnya.
Untuk mendukung tingginya mobilitas di sejumlah stasiun, LRT Jabodebek juga terus melakukan evaluasi pelayanan. Data volume perjalanan dimanfaatkan untuk menentukan prioritas penempatan petugas, pengelolaan arus pengguna di stasiun dengan mobilitas tinggi, penyampaian informasi perjalanan, hingga evaluasi kebutuhan fasilitas di setiap stasiun.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.