Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Olahraga Seni Merpati Terbang Tinggi (Posmeti) menggelar Turnamen Merpati Tinggi Tomprang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu.

Turnamen tersebut menjadi salah satu agenda tahunan yang mempertemukan para penghobi dan komunitas merpati tinggian sekaligus menjadi ajang adu ketangkasan, kecepatan, serta ketepatan terbang dan mendarat.

Dalam sistem tomprang, burung merpati dilepas dari jarak sekitar 6,5 kilometer dan harus terbang menuju area yang telah ditentukan untuk menghampiri joki atau pemiliknya.

Pada gelaran tahun ini, merpati bernama "Pangeran" berhasil tampil sebagai juara pertama pada giringan A. Burung milik Koh Dicky Tan dari tim AO Kandang Hijau tersebut berhak membawa pulang piala dan hadiah uang tunai sebesar Rp45 juta.

Adapun "Pangeran" merupakan hasil ternakan peternak merpati tomprang, Yudi Cahyo Pramono, dengan tim AO.

Burung tersebut memiliki garis keturunan dari merpati legendaris bernama "Binter" yang dikenal kerap menjuarai berbagai perlombaan di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

"Pangeran darah 'Binter', tepatnya cucu Binter (Pulomas)," ujar Yudi.

Yudi menambahkan keberhasilan "Pangeran" merupakan bagian dari hasil pembiakan dan seleksi yang dilakukan secara konsisten untuk menghasilkan burung merpati tomprang berkualitas. Binter silsilah keturunan burung milik Koh Awi.

Pemilik Kandang Hijau, Erwan Hariyanto, mengatakan kemenangan "Pangeran" tidak terlepas dari kerja keras tim, joki, serta para pelepas burung yang selama ini mendukung proses latihan hingga mengikuti perlombaan.

Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi tim AO setelah sebelumnya mengikuti sejumlah turnamen dengan hasil yang belum maksimal.

"Alhamdulillah tahun 2026 ini, Pangeran sukses menjadi juara satu. Alhamdulillah, berkat joki, tukang lepas, dan doa semuanya, sampai bisa menjadi juara satu," ujarnya.

Erwan menambahkan, keberhasilan "Pangeran" juga memperkuat catatan prestasi garis keturunannya. Kakak "Pangeran", yang bernama "Sultan", sebelumnya juga meraih juara.

"Jadi kakak-adik ini sama-sama sukses merebut juara," katanya.

Komunitas merpati tinggian di kawasan Pondok Kopi dan Pulomas sendiri telah berkembang selama puluhan tahun. Posmeti menjadi salah satu wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan olahraga dan seni merpati terbang tinggi sekaligus mempererat hubungan antarpenghobi.

Erwan berharap prestasi tersebut dapat semakin memperkuat kekompakan tim AO dan menjadi motivasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.

"Harapannya, tim AO ke depan semakin solid dan kompak supaya semakin sukses. Insya Allah di giringan berikutnya, di giringan B, Kandang Hijau bisa juara lagi," ujarnya.

Baca juga: Tim terminator Benten juarai lomba burung merpati kolong di Jambi

Baca juga: 7 seni bela diri asal Indonesia, dari pencak silat hingga perisai diri

Baca juga: Warga antusias sambut pelepasan merpati putih di Istana Merdeka

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.