Moskow (ANTARA) - Iran tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat, termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran, kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Mohammad Bagher Zolghadr, Ahad.
"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berhenti mengancam Republik Islam," katanya seperti dikutip Press TV.
Syarat-syarat yang disampaikan oleh pejabat senior Iran itu juga mencakup penghentian operasi militer terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan sanksi serta blokade laut, penarikan pasukan AS dari wilayah di sekitar Iran, dan pembayaran kompensasi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dia telah membatalkan serangan terhadap Iran mengingat adanya kesepakatan damai yang sedang dirintis, yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (5/8) menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis rute pelayaran kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran, Oman sepaham untuk kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz
Baca juga: Iran, Oman sepaham untuk kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.