Jakarta (ANTARA) - Jenama olahraga dari Jerman adidas memperkenalkan sebuah era baru dengan meluncurkan sepatu lari harian yang memiliki performa tinggi, yaitu Hyperboost Edge dan Hyperboost Run, demikian keterangan resmi mereka pada Minggu.

Mengadopsi teknologi midsole dari sepatu race adidas, formulasi sepatu ini menghadirkan pengalaman yang dioptimalkan untuk segala jenis lari, baik sesi harian maupun latihan jarak jauh. Dengan stack rearfoot setinggi 45 mm dan drop 6 mm, sepatu ini memberikan sensasi energi yang khas pada telapak kaki, menjadikan bantalan ini sebagai karakter dan identitas visual Hyperboost.

Di Indonesia, peluncuran kedua sepatu ini dirayakan dengan beberapa seri acara berlari bersama komunitas. Pada 22-25 Juli, adidas Indonesia bekerja sama dengan komunitas Flower Boy, Continuum Athletics, dan Indo Runners Bali dalam mempromosikan sepatu terbaru ini.

Lalu, beberapa pekan setelahnya, Sabtu (8/8), ada acara lari bersama komunitas adidas Runners Jakarta di sekitar Jakarta Selatan. Acara ini diikuti oleh sekitar 100 pelari komunitas yang bersama-sama menguji teknologi sepatu ini secara langsung.

Kedua sepatu ini memiliki peruntukan untuk jenis lari yang berbeda. Hyperboost Edge dirancang sebagai super-trainer ringan, non-plated pertama dari adidas. Tanpa pelat atau elemen pengeras, busa ini bekerja alami untuk menciptakan rasa lari yang ringan dan propulsif.

Sepatu ini hanya berbobot 255 gram dan menghadirkan kenyamanan luar biasa serta pengembalian energi tinggi.

Baca juga: Persija gandeng adidas untuk aparel lima tahun ke depan

Sementara itu, Hyperboost Run adalah sepatu trainer ringan untuk lari sehari-hari, dilengkapi bantalan Hyperboost Pro yang tebal sehingga cocok untuk lari santai hingga tempo. Sepatu ini memberikan kenyamanan maksimal untuk semua tipe pelari.

Busa jenis sepatu ini dibuat setelah adidas melakukan banyak pengujian di laboratorium dan riset konsumen bersama German Sport University Cologne.

Dalam uji coba dengan 60 pelari, sepatu ini tampil lebih unggul dibandingkan sepatu yang biasa mereka pakai. Sebanyak 73 persen pelari lebih menyukai pengembalian energinya, 77 persen merasakan bantalan yang lebih empuk, lebih dari separuh mengatakan kenyamanan keseluruhan lebih baik, dan kebanyakan setuju sepatu ini memberi pengalaman lari yang lebih baik.

Selain teknologi Hyperboost Pro, bagian upper dan outsole dari kedua sepatu ini juga menggunakan teknologi mutakhir yang membuat berlari menjadi pengalaman yang tak terlupakan karena penuh kenyamanan dan berenergi. Material primeweave yang sangat lembut serta rajutan yang ringan memberikan kenyamanan maksimal serta fit yang memeluk kaki.

Bantalan kecil di bagian tumit memberikan sokongan tepat dan menambah stabilitas, sehingga sepatu terasa nyaman saat dipakai. Bahan yang lembut dan berkualitas serta sokongan pada tumit mendukung setiap langkah, hal ini menghasilkan kenyamanan maksimal dengan tampilan yang memikat.

Material Lighttraxion yang ringan memberi cengkeram tinggi dari tumit hingga ujung kaki. Dibuat dengan material sol yang lebih tipis dan ringan, membuat tiap langkah terasa stabil sekaligus menjaga cengkraman di berbagai kondisi.

Selain karena performanya, sepatu ini juga menyajikan estetika desain yang baru. Bagian midsole yang tebal dan tinggi terinspirasi dari bentuk industrial, menempatkan fokus tepat di bantalan pada bawah kaki.

Untuk pertama kalinya di koleksi sepatu adidas Running, simbol garis tiga yang ikonis ditempatkan pada lapisan midsole, yang semakin memperlihatkan detail performanya. Bagian atasnya memiliki tampilan clean serta futuristik, memberikan tampilan modern dengan detail yang minimal.

Hyperbost Edge dibanderol dengan harga Rp3,5 juta dan Hyperboost Run di harga Rp2,8 juta.

Baca juga: Kiat memilih sepatu untuk mengikuti maraton

Baca juga: Ortuseight luncurkan sepatu performa tinggi untuk bantu siswa PPLP

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.