Moskow (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (9/8) mengakui bahwa pemerintahannya telah mengurangi upaya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran dan melakukan proses itu “secara lebih tenang dan tidak terlalu terbuka” dengan harapan tekanan ekonomi akan memberikan dampak.

“Kami hanya bernegosiasi setengah hati dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan kenyataan bahwa mereka tidak memiliki uang,” kata Trump, seperti dikutip saat melakukan percakapan telepon singkat dengan redaksi Axios.

Presiden tersebut menyatakan bahwa kondisi ekonomi Iran berada dalam “situasi yang sangat buruk” dan mengisyaratkan bahwa ia siap meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Trump tidak menyampaikan ancaman militer baru terhadap Iran.

Pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan telah membatalkan serangan besar terhadap Iran dengan alasan bahwa kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri ambisi nuklir Iran sudah semakin dekat.

Pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Trump sebelumnya cenderung melanjutkan kembali aksi militer besar terhadap Iran pada pekan lalu, tetapi kini lebih condong pada upaya de-eskalasi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

​​​​​​​Baca juga: Iran tegaskan tidak akan buka Selat Hormuz hingga AS penuhi syarat

Baca juga: Jenderal AS dorong Trump akhiri konflik dengan Iran

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.