Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan sebanyak 1.360 murid angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang tersebar di 17 lokasi siap mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah mulai hari ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan sebanyak 1.360 murid tersebut terdiri dari 680 murid SNT jenjang pendidikan SMP dan 680 murid SNT jenjang pendidikan SMA.

“Kami telah melakukan proses seleksi atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari yang mendaftar sebanyak 2068 telah lulus seleksi sebanyak 1.360 murid. Terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA. Ini adalah angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi tahun ajaran 2026/2027,” kata Gogot dalam kegiatan Pembukaan MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi Angkatan Pertama di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Senin.

Lebih lanjut, Gogot menjelaskan pihaknya sebelumnya menerima usulan lokasi SNT dari 114 kabupaten dan kota, namun setelah melalui proses verifikasi, validasi, serta kunjungan lapangan, Kemendikdasmen bersama kementerian dan lembaga terkait lantas menetapkan sebanyak 37 lokasi SNT akan dibangun pada tahun ini.

Dari 37 lokasi tersebut, lanjutnya, sebanyak 17 SNT sudah mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, yang salah satunya ialah SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Mendikdasmen beri penguatan kepsek dan TPP jelang MPLS perdana SNT

Sementara terkait dengan kesiapan formasi kepala sekolah, guru maupun tenaga kependidikan, ia mengatakan Kemendikdasmen telah menyeleksi dan menyiapkan sebanyak 17 kepala sekolah dari 1800 yang mendaftar.

Untuk guru dan tenaga pendamping pembelajaran yang bertugas di Sekolah Nasional Terintegrasi, pihaknya telah merekrut sebanyak 204 individu yang merupakan hasil seleksi dari 60 ribu stok guru prajabatan yang menjadi peserta program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Para kepala sekolah, guru dan tenaga pendamping ini, lanjutnya, telah mengikuti program pelatihan dan persiapan selama lima hari sebelum akhirnya diterjunkan langsung ke sekolah penugasan masing-masing.

Baca juga: Kemendikdasmen lantik 17 kepala Sekolah Nasional Terintegrasi perdana

Adapun untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, Kemendikdasmen telah menyiapkan Learning Management System (LMS) yang meliputi ketersediaan bahan ajar serta peralatan pembelajaran digital yang tersedia di dalam ruang-ruang kelas Sekolah Nasional Terintegrasi.

“Semoga SNT dapat menjadi tempat anak-anak kita belajar, bertumbuh, berprestasi, dan kelak melahirkan pemimpin masa depan yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan bagi daerah,” kata Gogot.

Sebagai informasi, Kemendikdasmen siap menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi di 17 lokasi, yakni di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Baca juga: KSP: SNT upaya strategis hadirkan pendidikan bermutu hingga pelosok RI

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.