Washington (ANTARA) - Amerika Serikat akan terus memberikan informasi intelijen kepada Ukraina, termasuk untuk serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, karena posisi Direktur CIA John Ratcliffe, demikian lapor majalah Atlantic mengutip sumber.
Politico melaporkan pada Agustus bahwa AS dan Ukraina telah memulihkan tingkat pertukaran intelijen sebelumnya, yang sebelumnya dibatasi atas inisiatif Washington.
Menurut Atlantic, Amerika sekarang hanya memberikan informasi intelijen secara gratis kepada Kiev, termasuk paket informasi mengenai target untuk serangan terhadap posisi pasukan Rusia dan infrastruktur energi.
Pada Maret 2025, media Barat melaporkan bahwa AS telah berhenti berbagi intelijen dengan Ukraina. Pada saat yang sama, Washington juga memblokir sekutunya untuk berbagi intelijen dengan Kiev. AS kemudian melanjutkan berbagi data dengan Ukraina.
Pada Oktober 2025, Financial Times melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump memerintahkan lembaga-lembaga negara untuk bersiap berbagi intelijen dengan Ukraina yang dapat membantunya melancarkan serangan jauh ke dalam Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengomentari laporan tentang AS yang berbagi intelijen untuk serangan jauh ke dalam wilayah Rusia, menekankan bahwa orang hanya dapat berspekulasi tentang jenis intelijen apa yang dibagikan Washington dengan Kiev.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan seluruh infrastruktur NATO dan AS untuk mengumpulkan dan mengirimkan intelijen ke Ukraina adalah hal yang wajar.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Deplu AS lapor ke Kongres soal kirim senjata dari Turkiye ke Ukraina
Baca juga: Zelenskyy klaim AS janji pasok rudal ke Ukraina setiap bulan
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.