Istanbul (ANTARA) - Inggris mengumumkan pendanaan hampir 130 juta poundsterling (175 juta dolar AS/Rp3,12 triliun), Senin, untuk mempercepat pengembangan teknologi kendaraan nol emisi, yang menggabungkan hampir 65 juta poundsterling (88 juta dolar AS/Rp1,56 triliun) dukungan pemerintah dengan investasi industri.

Hampir 50 juta poundsterling (67,4 juta dolar AS/Rp1,2 triliun) dari pendanaan pemerintah akan disalurkan kepada produsen mobil dan mitra riset untuk mengembangkan dan meningkatkan skala teknologi nol emisi.

Tambahan 17 juta poundsterling (23 juta dolar AS/Rp408 miliar) akan mendukung sembilan proyek mobilitas terhubung dan otomatis yang melibatkan teknologi seperti sensor, sistem pengereman elektronik (brake-by-wire), dan simulasi kecerdasan buatan (AI).

“Inggris menciptakan industri otomotif modern, dan kami bertekad memastikan kendaraan generasi berikutnya juga dirancang dan dibuat di sini,” kata Menteri Perindustrian Blair McDougall dalam sebuah pernyataan.

Inggris berencana mengakhiri penjualan mobil baru yang sepenuhnya menggunakan bensin atau diesel pada 2030, sementara seluruh mobil baru diwajibkan menggunakan teknologi nol emisi pada 2035.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Mahasiswa UMI ciptakan prototipe mobil berbahan bakar hidrogen

Baca juga: Pemakaian kendaraan tanpa emisi bikin udara lebih bersih menurut studi

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.