Pengumpulan data tersebut diinisiasi sejak program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) pada 2023 dan dilanjutkan skrining berkala mahasiswa baru sejak 2024 hingga 2026
Malang (ANTARA) - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Brawijaya (UB) memfokuskan pada kesehatan mental bagi 17.300 mahasiswa baru sebagai deteksi dini agar mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UB Dr Sujarwo mengatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa, bahkan UB memiliki rekam data kesehatan mental mahasiswa yang dikumpulkan secara berkala.
"Pengumpulan data tersebut diinisiasi sejak program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) pada 2023 dan dilanjutkan skrining berkala mahasiswa baru sejak 2024 hingga 2026," katanya di sela PKKMB di kampus UB di Malang, Jawa Timur, Senin.
PKKMB berlangsung pada 10-12 Agustus 2026 dan dilanjutkan di tingkat fakultas pada 13-14 Agustus 2026.
Baca juga: 14.821 mahasiswa baru Universitas Brawijaya ikuti PKKMB 2024
Lebih lanjut Sujarwo mengaku dari sisi pengelolaan database, pihaknya tahu kondisi mental mahasiswa. "Kami peduli dengan pembangunan mental sehat. Karena itu, konsep Satu Brawijaya diarahkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang kondusif. Kami memperkuat Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) di fakultas serta melatih peer-counselor dari kalangan mahasiswa,” katanya.
Pihaknya juga memperkuat keberadaan konselor sebaya untuk mendukung proses pendampingan psikologis mahasiswa agar pendampingan dapat berlangsung optimal tanpa memberikan label negatif atau stereotyping terhadap mahasiswa.
Selain pendampingan, UB memperkuat regulasi melalui Peraturan Rektor yang memuat sanksi terhadap berbagai pelanggaran disiplin, termasuk perundungan di lingkungan kampus.
“Tindakan perundungan harus kita reduksi sampai level eliminasi. Yang kita inginkan adalah encouraging, penguatan, engagement, dan ekspektasi tinggi, agar mahasiswa mampu menghadapi masa depan mereka melalui proses pembelajaran di UB,” kata Sujarwo.
Baca juga: Tugas esai mahasiswa baru UB didaftarkan raih rekor MURI
Sementara itu Rektor UB Prof Widodo mengemukakan untuk mencegah berbagai pelanggaran, khususnya perundungan, UB melakukan edukasi dengan menggandeng duta kampus, menyediakan konseling bagi mahasiswa, termasuk konseling yang bisa diakses secara online dan UB Care.
Menyinggung jika terjadi pelanggaran (perundungan), pihaknya pasti menindaklanjutinya dan sudah dilakukan. "Bahkan, sanksi bagi pelaku bisa sampai dikeluarkan (DO), tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan," ujarnya.
Sebelum mengikuti PKKMB, belasan ribu mahasiswa UB tersebut mengikuti skrining kesehatan mental sebagai bagian dari deteksi dini agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, sekaligus memperoleh pendampingan apabila ditemukan indikasi gangguan psikologis.
Baca juga: Universitas Brawijaya siapkan 144 operator PKKMB daring
Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.