Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai pemberian stimulus dari pemerintah kepada dunia industri bisa berpeluang membuka lapangan kerja formal, utamanya di sektor padat karya.
“Pemerintah juga semestinya menstimulus sektor swasta, karena tidak mungkin pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan sendiri,” kata Faisal saat dihubungi di Jakarta, Senin.
“Jadi dia (pemerintah) memberikan stimulus fiskal untuk sektor swasta supaya bisa bergerak menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak, termasuk pada sektor-sektor yang padat karya,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Faisal mengatakan, dengan penciptaan lapangan kerja formal yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, diharapkan mampu memberikan efek ganda pada perekonomian secara umum.
Baca juga: Purbaya andalkan sektor swasta jadi mesin pertumbuhan ekonomi di 2027
“Sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan formal yang bisa menyerap tenaga kerja di dalam negeri,“ kata dia.
Selain stimulus untuk sektor swasta di dalam negeri, Faisal menilai pemerintah juga perlu untuk menarik investasi untuk masuk ke sektor-sektor industri padat karya.
“Harapannya pemerintah juga untuk bisa menarik investasi, masuk ke dalam sektor-sektor yang menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak di dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan lapangan pekerjaan formal,” ujar dia.
Dengan bertambahnya masyarakat yang terserap ke dalam pekerjaan formal, diharapkan pula pendapatan mereka ikut meningkat, memiliki perlindungan dan jaminan sosial, yang pada akhirnya turut mendongkrak rasa aman dan konsumsi mereka secara langsung.
Baca juga: Pengamat nilai peran swasta penting lanjutkan momentum ekonomi
“Hal ini diharapkan mampu mendorong real income naik, dan membantu jadi memulihkan daya beli sebagian besar masyarakat yang berada di kelas tengah dan bawah,” kata Faisal.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pekerja informal di Indonesia mengalami penurunan tipis per bulan Mei 2026 (59,30 persen) dibandingkan dengan Februari di tahun yang sama.
Angka 59,30 persen tersebut sama dengan 87,88 juta orang yang bekerja secara informal.
Di sisi lain, pada bulan Mei 2026 ini, BPS mencatat dari sebanyak 148,19 juta orang penduduk yang bekerja, sebesar 37,09 persen di antaranya berstatus buruh/karyawan/pegawai.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.